Lima tahun yang lalu, ketika saya masih bekerja di sebuah rumah sakit di Pekalongan, saya tidak pernah merasa kesulitan untuk mendapatkan informasi mengenai keluhan kesehatan yang saya (dan keluarga saya) alami. Teman-teman saya adalah tenaga kesehatan, dokter-dokter selalu ada dalam jangkauan pandang. Sangat mudah bagi saya untuk bertanya dan meminta advis untuk penanganan lanjutan. Kalaupun ternyata keluhan yang kami alami perlu ditangani langsung oleh dokter spesialis atau harus dibawa ke fasilitas kesehatan dengan kategori tertentu, saya tahu kemana harus pergi. Sebab saya mengenal dengan baik kota kecil tempat saya tinggal. Dan sedikit banyak saya juga tahu reputasi para dokter spesialis di sana.

Tapi, takdir membawa saya pada keputusan untuk resign dari pekerjaan dan mengikuti suami ke Jakarta. Disinilah cerita itu dimulai...

Sebagai perantau yang bisa dibilang tidak memiliki kerabat dekat di Jakarta, seringkali saya merasa kesulitan mencari layanan kesehatan yang match dengan kondisi keluarga kami. Kita sama-sama tahu bahwa Jakarta adalah pusat kemajuan di nusantara. Ada banyak dokter hebat di sini, dan ada begitu banyak fasilitas kesehatan yang mumpuni. Tapi saya sama sekali tidak tahu mana yang nyaman untuk konsultasi (kan ada tuh dokter yang lebih fokus pada kemungkinan terburuk dari suatu gejala, sehingga dalam penyampaiannya mungkin terkesan nakut-nakutin pasiennya, bikin pasiennya makin stress dan ngedrop. Nah, saya prefer untuk menghindari tipe yang seperti itu), mana yang style pengobatannya cocok dengan kami, dan mana yang (ini paling penting) jadwal prakteknya sejalan dengan jadwal hariannya suami.

Saya harus bersyukur karena dianugerahi keluarga kecil yang jarang sakit. Tapi tentu ada kondisi dimana saya tetap butuh bertanya kepada para ahli tentang kesehatan keluarga kami. Dan kondisi semacam ini hadir beberapa bulan yang lalu.

Saya positif hamil. Saya tengah mengandung anak kedua. Dan hasil USG ketika usia kehamilan saya 9 minggu (kebetulan waktu itu periksa USG-nya di Pekalongan) adalah kembar. Saya kaget bukan main, karena dalam silsilah keluarga saya dan suami, tidak ada keturunan kembar. Sehingga saya sama sekali tidak pernah mengantisipasi adanya kehamilan kembar. Ini berdampak cukup buruk pada psikis saya. Saya jadi lebih mudah panik dengan apa-apa yang saya rasakan dalam tubuh saya. Saya menjadi mudah bingung dalam mengambil keputusan. Padahal saya seorang bidan! Dan kehamilan seharusnya menjadi medan yang saya kuasai.

Saya mengalami kontraksi rahim di usia 13 minggu. Kontraksi yang lumayan sering meskipun tanpa disertai flek atau perdarahan. Beberapa hari setelahnya, kabar tentang kematian janin kembar Irish Bella tersiar di media. Penyebabnya adalah TTTS (Twin to Twin Tranfusion Syndrome), adanya ketidakseimbangan aliran darah diantara dua janin yang berbagi satu plasenta. Dan menurut pengakuan Irish Bella, pada awalnya dia merasakan sering kontraksi. Deg! Makin paniklah saya. Suami menawarkan untuk kontrol USG, tapi saya belum menemukan jadwal SpOG perempuan yang cocok (ya, suami saya maunya saya diperiksa oleh dokter perempuan saja). Dan beberapa rekomendasi dari teman lokasinya terlalu jauh untuk kami jangkau. 

Cari-cari informasi di internet justru membuat saya makin bingung, karena terlalu banyak informasi tetapi tidak tahu mana yang lebih akurat. Sampai kemudian muncul lah sebuah tayangan aplikasi chat dokter di salah satu hasil pencarian mesin google. Buru-buru buka Google Playstore, dan baru tahu ternyata ada cukup banyak aplikasi chat dokter gratis yang tersedia. Cuppu banget kan? 😂 Saya pun langsung download beberapa diantaranya. Lalu mulai scroll fitur-fitur yang ada di dalamnya. Dan jatuh hati pada satu aplikasi : SehatQ.

Apa itu SehatQ?

SehatQ adalah salah satu platform kesehatan digital pendatang baru di Indonesia, yang namanya mulai banyak diperbincangkan. Kurang dari setahun setelah meresmikan situs webnya, baru-baru ini SehatQ meluncurkan aplikasi smartphone untuk memudahkan penggunanya dalam mengakses informasi kesehatan yang kredible dan akurat.

"SehatQ menawarkan konsep Sehat dalam Genggaman. Apapun kebutuhan kesehatan pengguna dapat diakses melalui satu aplikasi. Dimulai dari pencarian informasi kesehatan, chat dengan dokter, hingga layanan booking dokter jika akan berobat ke rumah sakit atau klinik." -Linda Wijaya, Founder dan CEO SehatQ.
Keeren banget ya konsepnya! 
Kesan pertama saya pada aplikasi SehatQ ini adalah ukuran memorinya tidak besar, visualnya menarik dengan nuansa tosca, dan tidak lemot ketika dioperasikan. Sehingga nyaman digunakan.

Nah, apa saja sih fitur-fitur dan kelebihan pada aplikasi ini yang membuat saya jatuh hati?

Fitur-Fitur dalam Aplikasi SehatQ

www.sehatq.com

Seperti yang bisa dilihat pada tampilan situs www.sehatq.com di atas, ada banyak sekali fitur-fitur yang sangat membantu kita dalam mengelola kesehatan. Dari mulai informasi tentang penyakit, obat, fasilitas kesehatan, artikel kesehatan, sampai chat dokter realtime, dan booking dokter untuk pelayanan tatap muka. Saya akan kupas satu persatu apa yang sudah saya dapatkan dari sana. Simak terus ya! 

Fitur Chat Dokter Gratis dan Forum Kesehatan

Karena Chat Dokter merupakan salah satu fitur unggulan dalam aplikasi SehatQ, maka saya akan membahasnya terlebih dahulu.

Fitur ini adalah layanan konsultasi kesehatan secara realtime bersama tim dokter SehatQ yang sudah berpengalaman. Kita bisa melakukan konsultasi dimanapun tanpa perlu mendatangi fasilitas kesehatan, tanpa perlu mengantre, tanpa perlu mengeluarkan biaya transpotasi menuju rumah sakit, dan tanpa biaya konsultasi. Semuanya gratis, dan yang paling penting; sifatnya rahasia.

Saya sudah mencoba fitur ini ketika kemarin sedang panik-paniknya akibat rahim yang sering kontraksi padahal usia kehamilan masih di awal trimester kedua. Sebelum chat dimulai, kita akan diminta mengisi form data diri singkat beserta keluhan dan riwayat penyakit yang pernah diderita. Setelah terisi, kita bisa langsung memulai chat, dan aplikasi SehatQ akan langsung menghubungkan kita dengan tim dokter (dokter umum) yang sedang online.



Saya cukup puas karena dokternya ramah dan sabar dalam melakukan anamnesa (menanyakan informasi tentang kondisi yang berhubungan dengan keluhan), sehingga saya bisa menemukan apa yang kira-kira menjadi penyebab munculnya kontraksi di awal kehamilan ini. Dokternya pun tampak berusaha selalu menggunakan kalimat yang positif sehingga kepanikan saya berangsur memudar. Saya jadi bisa berpikir jernih tentang apa yang bisa saya lakukan untuk menanganinya.

Durasi konsultasi saya di fitur chat dokter itu tak lebih dari 16 menit. Tapi cukup padat informasi karena dokternya membalas chat dengan cepat, mungkin lebih cepat dari chattingan sama pacar padahal jelas-jelas doi sedang online #eh 🙊. Secara garis besar, layanan ini bisa membantu kita mencari tahu apa yang sedang terjadi sehingga kita bisa mengambil keputusan yang tepat untuk menanganinya; apakah perlu segera dilakukan pemeriksaan medis atau cukup dengan perawatan di rumah.

Sayangnya, fitur chat dokter ini belum tersedia 24 jam. Fitur ini bisa diakses secara terbatas pada hari Senin-Jum'at jam 07.00-20.00 WIB. Jadi, kita tidak bisa melakukan chat dokter diluar batas waktu tersebut. Tapi tenang, SehatQ menyediakan fitur Forum Kesehatan yang merupakan layanan tanya jawab dengan dokter secara online. Layanan ini bisa diakses kapanpun selama 24 jam dalam sepekan. Kita bebas menanyakan apa saja terkait kondisi kesehatan dengan identitas yang bisa dirahasiakan. Tim dokter akan menjawab sesegera mungkin, meskipun tidak bisa realtime seperti saat menggunakan fitur chat dokter.

www.sehatq.com

Fitur Booking Dokter

Nah, fitur unggulan kedua adalah Booking Dokter. Fitur ini membantu kita memilih dan memesan jadwal kunjungan ke lebih dari 15.000 dokter yang sudah terdaftar di SehatQ. Tidak hanya dokter, tetapi juga fasilitas kesehatannya. Pada tampilan fitur booking dokter, kita bisa mencari rujukan dokter spesialis yang diinginkan, melihat profil dokter, tempat praktik dokter, dan jadwal praktiknya di masing-masing lokasi. Sedangkan pada tampilan fitur booking fasilitas kesehatan, kita bisa mengetahui alamatnya yang dapat dihubungkan ke Google Maps, jaraknya dengan lokasi kita, jam operasional, jadwal dokter, dan penilaian dari orang-orang yang pernah menggunakan layanan kesehatan di sana yang diambil dari Googel Review. Komplit banget, kaaaan?

Kerennya lagi, fitur ini menyediakan sub-filter berupa opsi urutkan, kategori, dan filter yang sangat rapih dan lengkap.

  • Urutkan. Ini adalah pilihan untuk mengurutkan hasil pencarian berdasarkan 3 hal; jarak terdekat, abjad A-Z, dan Z-A. Cocok untuk kita yang mencari dokter atau fasilitas kesehatan yang dapat dijangkau dalam jarak dekat.
  • Kategori. Pada kategori fasilitas kesehatan, kita dapat memilih macam-macam bentuk fasilitas, seperti rumah sakit, puskesmas, laboratorium, dan klinik. Dan pada kategori dokter, kita bisa melihat 28 spesialisasi bidang kedokteran, dari dokter umum, penyakit dalam, bedah, kandungan, saraf, hematologi, psikolog, rehabilitasi medik, dan masih banyak lagi.
  • Filter. Berisi lokasi praktik, pilihan hari dalam jadwal praktik, jenis kelamin dokter, dan fasilitas layanan kesehatan yang ingin kita utamakan dalam sebuah instansi, misalnya; ruang besalin, NICU, MRI, hemodialisa, dll.
Gabungan ketiganya akan sangat membantu kita dalam mengerucutkan pilihan dokter/fasilitas kesehatan yang sesuai dengan kriteria yang kita cari.


 Sosok Inspiratif


Bapak Rasmudi

Namanya Bapak Rasmudi. Beliau berasal dari kelurahan Kraton Kidul, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Usianya kini menjelang 60 tahun.

Beliau dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan humoris. Dalam kesehariannya, beliau mencari nafkah sebagai seorang penjahit pakaian rumahan dan tukang becak; dua mata pencaharian yang eksistensinya mulai tergeser oleh kemajuan zaman. Orang-orang lebih senang membeli sandang “tinggal pakai” yang dibuat di pabrik-pabrik, lalu dijual di toko-toko. Apalagi sekarang, dengan menjamurnya sistem online dalam hal jual-beli, makin memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pakaian yang mereka inginkan tanpa perlu keluar rumah, tanpa perlu menunggu lama. Pada akhirnya, penjahit-penjahit yang membuka usahanya seorang diri di rumah seperti beliau harus mengikhlaskan sebagian besar pelanggannya beralih ke sistem modern yang menawarkan banyak kemudahan. 

Beliau masih memiliki pelanggan setia, tentu saja, yang merasa cocok dengan hasil jahitan beliau yang memang terkenal rapi dan kuat. Tapi jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Dan tentu saja mereka tidak tiap bulan datang untuk menjahitkan pakaian. Momen yang cukup menyibukkan beliau dengan mesin jahit dan obrasnya adalah ketika tahun ajaran baru tiba. Jika pada bulan-bulan biasa beliau mengerjakan sekitar 4-5 potong pakaian (dengan ongkos 45-50rb/potong), menjelang tahun ajaran baru setidaknya ada 7 potong (dalam sebulan) yang bisa beliau kerjakan. Meski tidak lagi bisa sebanyak dulu, Bapak Rasmudi sudah sangat bersyukur mesin jahitnya masih terpakai hingga sekarang.

Sebagai tukang becak, kondisinya pun tak jauh beda. Berapa sih orang kota yang masih menjadikan becak sebagai sarana transportasi masa kini?

Tapi itu semua tak jadi halangan bagi beliau untuk tetap menjemput rizqi, demi isteri dan 5 orang anak perempuannya. Satu hal yang sangat menarik, beliau tidak hanya menjadikan mata pencahariannya ini sebagai sarana mencari rezeki, melainkan juga sebagai jalan bersedekah.

Pernah suatu ketika, sekitar tahun 2016, dalam perjalanan pulang setelah mengantarkan anak bungsunya ke sekolah, tepatnya di depan Puskesmas Bendan Pekalongan, Bapak Rasmudi melihat seorang anak kecil menangis dalam gendongan neneknya. Beliau mendekat ke arah mereka, dan bertanya ada apa. Sang nenek menjawab bahwa cucunya itu ingin pulang ke rumah naik becak, sedangkan uang yang dimiliki sang nenek hanya cukup untuk naik angkutan kota. Padahal jarak dari puskesmas ke rumah terbilang jauh.

Bapak Rasmudi, tanpa tapi-tapi, langsung meminta mereka naik ke atas becaknya dan mengantarkannya sampai ke depan rumah, dengan ongkos 2000 rupiah.

Lain waktu, saat sedang mengendarai becaknya, beliau melihat dua orang wanita paruh baya tampak sibuk memanggil setiap tukang becak yang lewat di depan mereka, tapi selalu berakhir dengan penolakan. Tak ada satupun tukang becak yang mau membawa mereka. Bapak Rasmudi segera mendekat lalu bertanya ada apa. Salah satu wanita itu mengatakan bahwa mereka ingin pergi ke Gudang PT. Pupuk Sriwidjaja (atau biasa disebut pusri, tempat pemberhentian bus sementara) tapi semua tukang becak meminta ongkos 25000, sedangkan mereka hanya mampu membayar 15000 karena takut uangnya tidak cukup untuk naik bus.

Bapak Rasmudi tersenyum, lalu membawa dua wanita paruh baya tadi menuju Pusri yang 3,5 kilometer jaraknya dari titik mereka bertemu.

Entah berapa kali beliau mengangkut penumpang dengan bayaran sekadarnya, entah berapa kali pula tak dibayar sama sekali. Ketika saya tanya, "Bapak kok ga datengin orangnya buat minta ongkos becak?"

Beliau hanya menjawab santai, "Sudah bapak ikhlaskan."

"Tapi kan itu hak bapak."

"Karena bapak tahu orang itu lebih 'ga punya' daripada bapak. Anggap aja sedekah. Cuma ini jalan bapak buat sedekah ke orang lain."

Jawaban beliau benar-benar menampar keangkuhan saya.

Setahun belakangan, beliau sudah jarang mengayuh becaknya untuk mencari penumpang. Sejak dua anaknya menikah dan ikut suami mereka merantau ke luar kota, tidak ada lagi yang membantu istrinya berjualan pecel. Maka beliau lah yang menyisihkan sebagian waktunya untuk membantu isterinya di dapur.

Pagi-pagi seusai sholat subuh berjamaah, saat dingin masih menjadi teman, beliau menyiapkan becaknya untuk pergi mengantar istrinya ke pasar, berbelanja kebutuhan dagang. Lalu sepulang dari pasar, anak-anak menunggu untuk diantarkan ke sekolah dasar. Ada kalanya, dalam perjalanan pulang setelah mengantar anak sekolah ini beliau mendapat penumpang. Ada kalanya, bukan penumpang yang didapat melainkan pesanan untuk mengantarkan berdus-dus kue ke tempat tertentu. Ada kalanya, tidak ada permintaan sama sekali. Beliau akan tenggelam dalam rutinitas di dapur untuk membuat gorengan dan mencuci pakaian hingga dzuhur menjelang. Lalu selepas dzuhur dan makan siang, beliau buru-buru menyelesaikan urusannya di dapur sebelum aktivitasnya berpindah ke depan mesin jahit sekitar pukul 2 siang. Berlanjut hingga tengah malam.

Hampir setiap hari beliau baru beranjak dari mesin jahitnya setelah lewat pukul 12 malam. Itupun tidak segera tidur. Beliau mengambil air wudhu, lalu duduk kembali membaca Al-qur'an barang beberapa tanda ruku'. Tidak lama. Tidak banyak. Tapi kontinyu.

Kalau dipikir-pikir, hanya mengerjakan 4-5 potong pakaian dalam sebulan mengapa baru selesai larut malam?

Jangan salah, ferguso. Bapak Rasmudi ini tidak hanya menjahit untuk para pelanggannya, melainkan juga pakaian anak-anaknya, sprei untuk istrinya, layar penutup warung, bendera, permak celana, dan pernak-pernik lain yang beliau terima secara sukarela saat dimintai tolong oleh saudara atau tetangganya. Dan beliau mengerjakan semua itu dengan sungguh-sungguh. Sekalipun hanya selembar kain layar penutup warung, beliau akan menjahitnya dengan sangat rapi, sepenuh hati.

Hari Ahad, saat istrinya libur berjualan, beliau akan menggunakan waktu paginya untuk bergabung dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan yang biasanya diadakan oleh ketua RT satu/dua pekan sekali. Berangkat mencari penumpang jika cuaca cerah, lalu kembali pulang untuk menjahit. Di titik inilah biasanya saya--dulu sebelum menikah--duduk menemani beliau sambil berdiskusi tentang hidup. Dan beliau akan menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam otak saya, dan membekali saya dengan petuah-petuah bijak.

Harapan 


Pernah suatu hari saya bertanya kepada beliau, “Apa sih yang bapak inginkan dalam hidup ini?”

Beliau menjawab, “Bapak cuma kepingin lihat kamu dan saudari-saudarimu hidup sejahtera di jalan Allah.”

Seketika mata saya hangat oleh air, “Kalau yang paling bapak harapkan bisa terwujud?”

Beliau terdiam sejenak, sebelum akhirnya menjawab, “Satu hal yang pasti diinginkan semua umat islam di dunia. Mengunjungi Ka’bah.”

Semoga ya, Pak. Mungkin saya belum bisa memberangkatkan bapak ke tanah suci. Tapi Allianz bisa. Allianz meluncurkan program Berlipatnya Berkah yang di dalamnya ada kompetisi menulis blog tentang sosok inspiratif berhadiah umroh. Doakan saya agar bisa memperoleh rezeki ini ya, Pak. Biar bapak bisa pergi umroh. Mengunjungi Ka’bah, seperti yang bapak harapkan. Karena bagi saya, bapak merupakan sosok yang layak mendapatkannya.

Berlipatnya Berkah Allianz


Bagi yang belum tahu, Allianz merupakan salah satu perusahaan global terbesar yang bergerak di bidang layanan asuransi dan manajemen aset. Telah berdiri sejak 1890 di Jerman sebagai perusahaan yang sangat berpengalaman dan mempunyai posisi finansial yang kuat. Allianz hadir pertama kali di Indonesia pada tahun 1981, dan melebarkan sayapnya hingga kini.

Allianz memiliki banyak produk, dan produk yang paling menarik saat ini adalah Asuransi Wakaf. Kita tentu sudah terbiasa mendengar kata asuransi. Kita tahu bagaimana asuransi bekerja. Tapi, apa itu asuransi wakaf? Asuransi yang disertai fitur wakaf? Jawabannya adalah ya. 

Wakaf adalah salah satu amalan dalam Islam melalui penyaluran harta benda untuk kepentingan masyarakat serta mendapatkan keberkahan pahala yang tidak terputus sampai akhirat kelak. Betapa menariknya jika amalan tersebut bisa kita kolaborasikan dengan asuransi. Perlindungan asuransi memberikan ketenangan di dunia, sedangkan wakaf memberikan keberkahan tanpa terputus sampai akhirat kelak.

Tertarik? Silakan unduh brosurnya di sini. Atau kunjungi Asuransi Wakaf Allianz.

💙💙💙

Note: Tulisan ini saya ikut sertakan dalam Kompetisi Blog Berlipatnya Berkah yang diadakan oleh Allianz.

Tantangan 10 Hari Melatih Kecerdasan Anak
Kelas Bunda Sayang #5 IIP Jakarta

Oleh: Ra'ufina

Sumber: yentyjap.co



Family Project : Mengenal Pola (pattern) 

Definisi : Mengenalkan pada Singa tentang konsep pola melalui beragam permainan

Kecerdasan yang Dilatih : Kecerdasan Intelektual

Durasi : Cukup 5-10 menit/hari

Tim Pelaksana
Kapten : Ibok
Prajurit : Singa a.k.a Asqi (2y1m)

Goals :
1. Mengenalkan konsep pola untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
2. Melatih/memperpanjang rentang konsentrasi Singa
3. Membangkitkan logika dasar dan nalar
4. Mengasah rasa ingin tahu

Latar Belakang :

Sadarkah kita bahwa dunia ini diwarnai dengan begitu banyak pola? Mulai dari motif baju, warna pelangi, tata surya, pada hewan, lampu lalu lintas, jadwal kegiatan, sejarah, denyut jantung, sampai struktur DNA kita pun memiliki pola. 

Dan kehidupan manusia sendiri merupakan sekumpulan pola yang terus berulang. Itulah mengapa kita dianjurkan belajar sejarah, bukan untuk sekadar menghapal tanggal, tapi justru untuk mempelajari polanya. Apa penyebab munculnya masalah, bagaimana respon masing-masing pihak, dan mana taktik terbaik yang seharusnya dipakai untuk menyelesaikan konflik. Agar kita tahu cara mengatasi masalah ketika pola yang sama terjadi pada kita. Syukur-syukur dapat mengantisipasinya.
Belajar pola tidak saja bagus tetapi juga menyenangkan. Pola merupakan dasar untuk proses berpikir penting dan keterampilan reasoning pada usia dini dan seterusnya sampai anak beranjak dewasa.
Berikut ini adalah beberapa manfaat mempelajar pola:
  • Anak-anak belajar untuk melihat pola ketika terlibat dalam situasi pemecahan masalah (problem solving situation)
  • Anak-anak yang memahami pola memiliki dasar yang kuat untuk mempelajari konsep-konsep matematika
  • Anak-anak akan membuat/melihat hubungan ketika mereka diberikan sebuah set angka atau data pada sebuah grafik.
  • Anak-anak mampu melihat pola pada puisi dan literatur.
  • Anak-anak dapat merasakan atau mengenali keteraturan yang ada di alam semesta.
  • Anak-anak menjadi sadar akan pola simetri dan geometri lainnya.
  • Anak-anak akan  membangun sensitifitas terhadap irama dalam hal suara dan gerak.
  • Anak-anak akan menghargai keindahan, irama, dan siklus alam (visual dan auditori).

Day #10


Tema : Mengenal pola melalui kapur warna

Media : Kapur warna


Sumber: Doc. pribadi


Saya ingat betul kapan pertama kalinya saya mengikuti Tes IQ. Awal masuk SMP. Dan masih teringat jelas bagaimana gambaran soal-soal Tes IQ; hampir semuanya berisi pola. Ya, pola sangat erat kaitannya dengan kecerdasan intelektual.



Tes IQ merupakan tolak ukur yang akurat untuk mengetahui prestasi akademik seseorang. Mengukur seberapa jauh kemampuan intelektual dan keterampilan kognitif seseorang lewat empat bidang kecerdasan: pemahaman verbal, penalaran persepsi (visual-spasial dan auditori), memori kerja (termasuk memori jangka pendek), dan kecepatan pemrosesan informasi atau pertanyaan.

Poin terakhir, saya kira, sangat berpengaruh pada kecepatan dan ketepatan menyelesaikan masalah. Dan saya ingin Singa memiliki kemampuan-kemampuan itu kelak ketika dia dewasa. Maka yang bisa saya lakukan sekarang adalah dengan menstimulus kemampuan berpikirnya dengan permainan pattern

Teknis : Saya terlebih dahulu akan menyusun pola dari kapur warna yang Singa miliki. Untuk warnanya Singa yang pilih. Lalu saya minta Singa untuk melanjutkan susunan pola itu. 

Pelaksanaan dan Evaluasi : 

Waktu pelaksanaan : Kamis, 27 Juni 2019, pukul 4 sore.

Masih belum bisa dikatakan sukses. Singa sangat menikmati aktivitas mengeluarkan kapur dari box, tapi tidak dengan menyusunnya. Saya masih harus terus mengingatkan dan mengajaknya untuk fokus pada permainan, sambil sesekali menjelaskan konsep pola secara sederhana.


"Mas Asqi, coba ini diurutkan, Mas. Kapur yang pertama warna pink, yang kedua blue, lalu pink lagi, trus blue lagi, habis itu warna apa ya?"


Singa belum bisa menjawabnya. Mungkin belum sepenuhnya memahami.

Gapapa, kita hanya perlu terus melatihnya. Pemahaman anak akan terasah seiring dengan stimulasi dan bertambahnya usia.

Hal yang Menarik : Banyak kapur yang patah akibat terlalu bersemangatnya Singa. 😆


ALHAMDULILLAH ~ 💕💕💕


‌Rangkaian project hari ini ditutup dengan lagu pengantar tidur:

Satu, satu, Asqi sayang Allah
Dua, dua, sayang Rasulullah
Tiga, tiga, sayang Makhluk Allah
Satu, dua, tiga, sayang semuanya

Mission accomplished ✔️

#Hari10
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBundaSayang

Tantangan 10 Hari Melatih Kecerdasan Anak
Kelas Bunda Sayang #5 IIP Jakarta

Oleh: Ra'ufina




Family Project : Mengenal Pola (pattern) 

Definisi : Mengenalkan pada Singa tentang konsep pola melalui beragam permainan

Kecerdasan yang Dilatih : Kecerdasan Intelektual

Durasi : Cukup 5-10 menit/hari

Tim Pelaksana
Kapten : Ibok
Prajurit : Singa a.k.a Asqi (2y1m)

Goals :
1. Mengenalkan konsep pola untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
2. Melatih/memperpanjang rentang konsentrasi Singa
3. Membangkitkan logika dasar dan nalar
4. Mengasah rasa ingin tahu

Latar Belakang :

Sadarkah kita bahwa dunia ini diwarnai dengan begitu banyak pola? Mulai dari motif baju, warna pelangi, tata surya, pada hewan, lampu lalu lintas, jadwal kegiatan, sejarah, denyut jantung, sampai struktur DNA kita pun memiliki pola. 

Dan kehidupan manusia sendiri merupakan sekumpulan pola yang terus berulang. Itulah mengapa kita dianjurkan belajar sejarah, bukan untuk sekadar menghapal tanggal, tapi justru untuk mempelajari polanya. Apa penyebab munculnya masalah, bagaimana respon masing-masing pihak, dan mana taktik terbaik yang seharusnya dipakai untuk menyelesaikan konflik. Agar kita tahu cara mengatasi masalah ketika pola yang sama terjadi pada kita. Syukur-syukur dapat mengantisipasinya.
Belajar pola tidak saja bagus tetapi juga menyenangkan. Pola merupakan dasar untuk proses berpikir penting dan keterampilan reasoning pada usia dini dan seterusnya sampai anak beranjak dewasa.
Berikut ini adalah beberapa manfaat mempelajar pola:
  • Anak-anak belajar untuk melihat pola ketika terlibat dalam situasi pemecahan masalah (problem solving situation)
  • Anak-anak yang memahami pola memiliki dasar yang kuat untuk mempelajari konsep-konsep matematika
  • Anak-anak akan membuat/melihat hubungan ketika mereka diberikan sebuah set angka atau data pada sebuah grafik.
  • Anak-anak mampu melihat pola pada puisi dan literatur.
  • Anak-anak dapat merasakan atau mengenali keteraturan yang ada di alam semesta.
  • Anak-anak menjadi sadar akan pola simetri dan geometri lainnya.
  • Anak-anak akan  membangun sensitifitas terhadap irama dalam hal suara dan gerak.
  • Anak-anak akan menghargai keindahan, irama, dan siklus alam (visual dan auditori)

Day #9


Tema : Mengenal pola melalui balok kayu

Media : Balok kayu

Teknis : Saya akan menyusun balok kayu secara mendatar horizontal dengan warna atau bentuk yang berbeda. Warna atau bentuk balok kayu inilah yang menjadi polanya. Lalu saya akan meminta Singa melanjutkan pola ini.

Pelaksanaan dan Evaluasi : 

Waktu pelaksanaan : Rabu, 26 Juni 2019, pukul setengah 9 malam. 

Lagi-lagi, ini tidak mudah, pemirsa. 😂

Tidak mudah membuat Singa mau duduk tenang dan berkonsentrasi untuk memilih balok kayu mana yang jadi urutan selanjutnya. Satu menit saja sudah alhamdulillah. Dia sering teralihkan dengan mainan lain, atau bahkan lebih memilih berlari mengitari rumah. Akhirnya saya berkali-kali menunggunya selesai berlari, bergerak kesana-kemari, bermain hal lain, untuk kemudian mengajaknya kembali fokus pada balok kayuBenar-benar harus sabar! 😂

Bisa dikatakan, permainan ini belum membuahkan hasil. Singa lebih banyak bermain mainan lain. Hanya sesekali menengok balok kayunya, itupun setelah berulang kali saya membujuknya. Hahaha.


Gapapa, kita hanya perlu terus melatihnya. Rentang konsentrasi anak akan memanjang seiring dengan pembiasaan dan bertambahnya usia.

ALHAMDULILLAH ~ 💕💕💕


‌Rangkaian project hari ini ditutup dengan lagu pengantar tidur:


Satu, satu, Asqi sayang Allah
Dua, dua, sayang Rasulullah
Tiga, tiga, sayang Makhluk Allah
Satu, dua, tiga, sayang semuanya

Mission accomplished ✔️

#Hari9
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBundaSayang

Tantangan 10 Hari Melatih Kecerdasan Anak
Kelas Bunda Sayang #5 IIP Jakarta

Oleh: Ra'ufina



Family Project : Mengenal Pola (pattern) 

Definisi : Mengenalkan pada Singa tentang konsep pola melalui beragam permainan

Kecerdasan yang Dilatih : Kecerdasan Intelektual

Durasi : Cukup 5-10 menit/hari

Tim Pelaksana
Kapten : Ibok
Prajurit : Singa a.k.a Asqi (2y1m)

Goals :
1. Mengenalkan konsep pola untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
2. Melatih/memperpanjang rentang konsentrasi Singa
3. Membangkitkan logika dasar dan nalar
4. Mengasah rasa ingin tahu

Latar Belakang :

Sadarkah kita bahwa dunia ini diwarnai dengan begitu banyak pola? Mulai dari motif baju, warna pelangi, tata surya, pada hewan, lampu lalu lintas, jadwal kegiatan, sejarah, denyut jantung, sampai struktur DNA kita pun memiliki pola. 

Dan kehidupan manusia sendiri merupakan sekumpulan pola yang terus berulang. Itulah mengapa kita dianjurkan belajar sejarah, bukan untuk sekadar menghapal tanggal, tapi justru untuk mempelajari polanya. Apa penyebab munculnya masalah, bagaimana respon masing-masing pihak, dan mana taktik terbaik yang seharusnya dipakai untuk menyelesaikan konflik. Agar kita tahu cara mengatasi masalah ketika pola yang sama terjadi pada kita. Syukur-syukur dapat mengantisipasinya.


Day #8


Tema : Mengenal pola melalui lego

Media : Lego dan printable of pattern yang didapat dari internet



Saya ingat betul kapan pertama kalinya saya mengikuti Tes IQ. Awal masuk SMP. Dan masih teringat jelas bagaimana gambaran soal-soal Tes IQ; hampir semuanya berisi pola. Ya, pola sangat erat kaitannya dengan kecerdasan intelektual.


Tes IQ merupakan tolak ukur yang akurat untuk mengetahui prestasi akademik seseorang. Mengukur seberapa jauh kemampuan intelektual dan keterampilan kognitif seseorang lewat empat bidang kecerdasan: pemahaman verbal, penalaran persepsi (visual-spasial dan auditori), memori kerja (termasuk memori jangka pendek), dan kecepatan pemrosesan informasi atau pertanyaan.

Poin terakhir, saya kira, sangat berpengaruh pada kecepatan dan ketepatan menyelesaikan masalah. Dan saya ingin Singa memiliki kemampuan-kemampuan itu kelak ketika dia dewasa. Maka yang bisa saya lakukan sekarang adalah dengan menstimulus kemampuan berpikirnya dengan permainan lego pattern. Sebab lego adalah mainan yang tak pernah bosan Singa mainkan.

Teknis Saya dan Singa baru beberapa kali memainkan permainan ini. Dari yang sudah kami lalui itu, Singa tampak belum bisa dan belum mau mengikuti arahan saya untuk menyusun lego berdasarkan pola yang tersedia. Maka pada permainan kali ini, saya terlebih dahulu menyiapkan printable dan susunan lego yang sudah disesuaikan warnanya. Singa tinggal mencocokkan, susunan lego mana yang warnanya sama dengan printable yang saya berikan.

Pelaksanaan dan Evaluasi

Waktu pelaksanaan : Selasa, 25 Juni 2019, pukul setengah 8 malam.

Ini tidak mudah, pemirsa. 😂

Tidak mudah membuat Singa mau duduk tenang dan berkonsentrasi memilah warna pada susunan lego. Satu menit saja sudah alhamdulillah. Dia sering teralihkan dengan mainan lain, atau bahkan lebih memilih berlari mengitari rumah. Akhirnya saya berkali-kali menunggunya selesai berlari, bergerak kesana-kemari, bermain hal lain, untuk kemudian mengajaknya kembali fokus pada lego pattern. Benar-benar harus sabar! 😂

Sebenarnya Singa sudah lihai mencocokkan warna. Sudah tahu urutan-urutan warna yang ada pada printable. Juga sudah bisa menyusunnya sendiri, sebetulnya. Hanya saja, butuh effort lebih untuk membuatnya mau duduk tenang dan fokus. Juga butuh kesabaran ekstra untuk menyemangatinya, sebab dia akan langsung frustasi jika gagal memasang lego. Duh, harus segera melatih AI (Adversity Intelligence atau kecerdasan menghadapi tantangan)-nya nih. 🙈

Hal yang Menarik : Permainan ini hanya bertahan 2 menit! Alhamdulillah, meskipun 2 menit tapi Singa bisa menyelesaikan misi pencocokkannya dengan baique. Dan dengan dibantu Ibok tentunya. Wkwk.


Gapapa, kita hanya perlu terus melatihnya. Rentang konsentrasi anak akan memanjang seiring dengan pembiasaan dan bertambahnya usia. 

ALHAMDULILLAH ~ 💕💕💕


‌Rangkaian project hari ini ditutup dengan lagu pengantar tidur:



Satu, satu, Asqi sayang Allah
Dua, dua, sayang Rasulullah
Tiga, tiga, sayang Makhluk Allah
Satu, dua, tiga, sayang semuanya

Mission accomplished ✔️

#Hari8
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBundaSayang