Sosok Inspiratif


Bapak Rasmudi

Namanya Bapak Rasmudi. Beliau berasal dari kelurahan Kraton Kidul, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Usianya kini menjelang 60 tahun.

Beliau dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan humoris. Dalam kesehariannya, beliau mencari nafkah sebagai seorang penjahit pakaian rumahan dan tukang becak; dua mata pencaharian yang eksistensinya mulai tergeser oleh kemajuan zaman. Orang-orang lebih senang membeli sandang “tinggal pakai” yang dibuat di pabrik-pabrik, lalu dijual di toko-toko. Apalagi sekarang, dengan menjamurnya sistem online dalam hal jual-beli, makin memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pakaian yang mereka inginkan tanpa perlu keluar rumah, tanpa perlu menunggu lama. Pada akhirnya, penjahit-penjahit yang membuka usahanya seorang diri di rumah seperti beliau harus mengikhlaskan sebagian besar pelanggannya beralih ke sistem modern yang menawarkan banyak kemudahan. 

Beliau masih memiliki pelanggan setia, tentu saja, yang merasa cocok dengan hasil jahitan beliau yang memang terkenal rapi dan kuat. Tapi jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Dan tentu saja mereka tidak tiap bulan datang untuk menjahitkan pakaian. Momen yang cukup menyibukkan beliau dengan mesin jahit dan obrasnya adalah ketika tahun ajaran baru tiba. Jika pada bulan-bulan biasa beliau mengerjakan sekitar 4-5 potong pakaian (dengan ongkos 45-50rb/potong), menjelang tahun ajaran baru setidaknya ada 7 potong (dalam sebulan) yang bisa beliau kerjakan. Meski tidak lagi bisa sebanyak dulu, Bapak Rasmudi sudah sangat bersyukur mesin jahitnya masih terpakai hingga sekarang.

Sebagai tukang becak, kondisinya pun tak jauh beda. Berapa sih orang kota yang masih menjadikan becak sebagai sarana transportasi masa kini?

Tapi itu semua tak jadi halangan bagi beliau untuk tetap menjemput rizqi, demi isteri dan 5 orang anak perempuannya. Satu hal yang sangat menarik, beliau tidak hanya menjadikan mata pencahariannya ini sebagai sarana mencari rezeki, melainkan juga sebagai jalan bersedekah.

Pernah suatu ketika, sekitar tahun 2016, dalam perjalanan pulang setelah mengantarkan anak bungsunya ke sekolah, tepatnya di depan Puskesmas Bendan Pekalongan, Bapak Rasmudi melihat seorang anak kecil menangis dalam gendongan neneknya. Beliau mendekat ke arah mereka, dan bertanya ada apa. Sang nenek menjawab bahwa cucunya itu ingin pulang ke rumah naik becak, sedangkan uang yang dimiliki sang nenek hanya cukup untuk naik angkutan kota. Padahal jarak dari puskesmas ke rumah terbilang jauh.

Bapak Rasmudi, tanpa tapi-tapi, langsung meminta mereka naik ke atas becaknya dan mengantarkannya sampai ke depan rumah, dengan ongkos 2000 rupiah.

Lain waktu, saat sedang mengendarai becaknya, beliau melihat dua orang wanita paruh baya tampak sibuk memanggil setiap tukang becak yang lewat di depan mereka, tapi selalu berakhir dengan penolakan. Tak ada satupun tukang becak yang mau membawa mereka. Bapak Rasmudi segera mendekat lalu bertanya ada apa. Salah satu wanita itu mengatakan bahwa mereka ingin pergi ke Gudang PT. Pupuk Sriwidjaja (atau biasa disebut pusri, tempat pemberhentian bus sementara) tapi semua tukang becak meminta ongkos 25000, sedangkan mereka hanya mampu membayar 15000 karena takut uangnya tidak cukup untuk naik bus.

Bapak Rasmudi tersenyum, lalu membawa dua wanita paruh baya tadi menuju Pusri yang 3,5 kilometer jaraknya dari titik mereka bertemu.

Entah berapa kali beliau mengangkut penumpang dengan bayaran sekadarnya, entah berapa kali pula tak dibayar sama sekali. Ketika saya tanya, "Bapak kok ga datengin orangnya buat minta ongkos becak?"

Beliau hanya menjawab santai, "Sudah bapak ikhlaskan."

"Tapi kan itu hak bapak."

"Karena bapak tahu orang itu lebih 'ga punya' daripada bapak. Anggap aja sedekah. Cuma ini jalan bapak buat sedekah ke orang lain."

Jawaban beliau benar-benar menampar keangkuhan saya.

Setahun belakangan, beliau sudah jarang mengayuh becaknya untuk mencari penumpang. Sejak dua anaknya menikah dan ikut suami mereka merantau ke luar kota, tidak ada lagi yang membantu istrinya berjualan pecel. Maka beliau lah yang menyisihkan sebagian waktunya untuk membantu isterinya di dapur.

Pagi-pagi seusai sholat subuh berjamaah, saat dingin masih menjadi teman, beliau menyiapkan becaknya untuk pergi mengantar istrinya ke pasar, berbelanja kebutuhan dagang. Lalu sepulang dari pasar, anak-anak menunggu untuk diantarkan ke sekolah dasar. Ada kalanya, dalam perjalanan pulang setelah mengantar anak sekolah ini beliau mendapat penumpang. Ada kalanya, bukan penumpang yang didapat melainkan pesanan untuk mengantarkan berdus-dus kue ke tempat tertentu. Ada kalanya, tidak ada permintaan sama sekali. Beliau akan tenggelam dalam rutinitas di dapur untuk membuat gorengan dan mencuci pakaian hingga dzuhur menjelang. Lalu selepas dzuhur dan makan siang, beliau buru-buru menyelesaikan urusannya di dapur sebelum aktivitasnya berpindah ke depan mesin jahit sekitar pukul 2 siang. Berlanjut hingga tengah malam.

Hampir setiap hari beliau baru beranjak dari mesin jahitnya setelah lewat pukul 12 malam. Itupun tidak segera tidur. Beliau mengambil air wudhu, lalu duduk kembali membaca Al-qur'an barang beberapa tanda ruku'. Tidak lama. Tidak banyak. Tapi kontinyu.

Kalau dipikir-pikir, hanya mengerjakan 4-5 potong pakaian dalam sebulan mengapa baru selesai larut malam?

Jangan salah, ferguso. Bapak Rasmudi ini tidak hanya menjahit untuk para pelanggannya, melainkan juga pakaian anak-anaknya, sprei untuk istrinya, layar penutup warung, bendera, permak celana, dan pernak-pernik lain yang beliau terima secara sukarela saat dimintai tolong oleh saudara atau tetangganya. Dan beliau mengerjakan semua itu dengan sungguh-sungguh. Sekalipun hanya selembar kain layar penutup warung, beliau akan menjahitnya dengan sangat rapi, sepenuh hati.

Hari Ahad, saat istrinya libur berjualan, beliau akan menggunakan waktu paginya untuk bergabung dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan yang biasanya diadakan oleh ketua RT satu/dua pekan sekali. Berangkat mencari penumpang jika cuaca cerah, lalu kembali pulang untuk menjahit. Di titik inilah biasanya saya--dulu sebelum menikah--duduk menemani beliau sambil berdiskusi tentang hidup. Dan beliau akan menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam otak saya, dan membekali saya dengan petuah-petuah bijak.

Harapan 


Pernah suatu hari saya bertanya kepada beliau, “Apa sih yang bapak inginkan dalam hidup ini?”

Beliau menjawab, “Bapak cuma kepingin lihat kamu dan saudari-saudarimu hidup sejahtera di jalan Allah.”

Seketika mata saya hangat oleh air, “Kalau yang paling bapak harapkan bisa terwujud?”

Beliau terdiam sejenak, sebelum akhirnya menjawab, “Satu hal yang pasti diinginkan semua umat islam di dunia. Mengunjungi Ka’bah.”

Semoga ya, Pak. Mungkin saya belum bisa memberangkatkan bapak ke tanah suci. Tapi Allianz bisa. Allianz meluncurkan program Berlipatnya Berkah yang di dalamnya ada kompetisi menulis blog tentang sosok inspiratif berhadiah umroh. Doakan saya agar bisa memperoleh rezeki ini ya, Pak. Biar bapak bisa pergi umroh. Mengunjungi Ka’bah, seperti yang bapak harapkan. Karena bagi saya, bapak merupakan sosok yang layak mendapatkannya.

Berlipatnya Berkah Allianz


Bagi yang belum tahu, Allianz merupakan salah satu perusahaan global terbesar yang bergerak di bidang layanan asuransi dan manajemen aset. Telah berdiri sejak 1890 di Jerman sebagai perusahaan yang sangat berpengalaman dan mempunyai posisi finansial yang kuat. Allianz hadir pertama kali di Indonesia pada tahun 1981, dan melebarkan sayapnya hingga kini.

Allianz memiliki banyak produk, dan produk yang paling menarik saat ini adalah Asuransi Wakaf. Kita tentu sudah terbiasa mendengar kata asuransi. Kita tahu bagaimana asuransi bekerja. Tapi, apa itu asuransi wakaf? Asuransi yang disertai fitur wakaf? Jawabannya adalah ya. 

Wakaf adalah salah satu amalan dalam Islam melalui penyaluran harta benda untuk kepentingan masyarakat serta mendapatkan keberkahan pahala yang tidak terputus sampai akhirat kelak. Betapa menariknya jika amalan tersebut bisa kita kolaborasikan dengan asuransi. Perlindungan asuransi memberikan ketenangan di dunia, sedangkan wakaf memberikan keberkahan tanpa terputus sampai akhirat kelak.

Tertarik? Silakan unduh brosurnya di sini. Atau kunjungi Asuransi Wakaf Allianz.

💙💙💙

Note: Tulisan ini saya ikut sertakan dalam Kompetisi Blog Berlipatnya Berkah yang diadakan oleh Allianz.

Tantangan 10 Hari Melatih Kecerdasan Anak
Kelas Bunda Sayang #5 IIP Jakarta

Oleh: Ra'ufina

Sumber: yentyjap.co



Family Project : Mengenal Pola (pattern) 

Definisi : Mengenalkan pada Singa tentang konsep pola melalui beragam permainan

Kecerdasan yang Dilatih : Kecerdasan Intelektual

Durasi : Cukup 5-10 menit/hari

Tim Pelaksana
Kapten : Ibok
Prajurit : Singa a.k.a Asqi (2y1m)

Goals :
1. Mengenalkan konsep pola untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
2. Melatih/memperpanjang rentang konsentrasi Singa
3. Membangkitkan logika dasar dan nalar
4. Mengasah rasa ingin tahu

Latar Belakang :

Sadarkah kita bahwa dunia ini diwarnai dengan begitu banyak pola? Mulai dari motif baju, warna pelangi, tata surya, pada hewan, lampu lalu lintas, jadwal kegiatan, sejarah, denyut jantung, sampai struktur DNA kita pun memiliki pola. 

Dan kehidupan manusia sendiri merupakan sekumpulan pola yang terus berulang. Itulah mengapa kita dianjurkan belajar sejarah, bukan untuk sekadar menghapal tanggal, tapi justru untuk mempelajari polanya. Apa penyebab munculnya masalah, bagaimana respon masing-masing pihak, dan mana taktik terbaik yang seharusnya dipakai untuk menyelesaikan konflik. Agar kita tahu cara mengatasi masalah ketika pola yang sama terjadi pada kita. Syukur-syukur dapat mengantisipasinya.
Belajar pola tidak saja bagus tetapi juga menyenangkan. Pola merupakan dasar untuk proses berpikir penting dan keterampilan reasoning pada usia dini dan seterusnya sampai anak beranjak dewasa.
Berikut ini adalah beberapa manfaat mempelajar pola:
  • Anak-anak belajar untuk melihat pola ketika terlibat dalam situasi pemecahan masalah (problem solving situation)
  • Anak-anak yang memahami pola memiliki dasar yang kuat untuk mempelajari konsep-konsep matematika
  • Anak-anak akan membuat/melihat hubungan ketika mereka diberikan sebuah set angka atau data pada sebuah grafik.
  • Anak-anak mampu melihat pola pada puisi dan literatur.
  • Anak-anak dapat merasakan atau mengenali keteraturan yang ada di alam semesta.
  • Anak-anak menjadi sadar akan pola simetri dan geometri lainnya.
  • Anak-anak akan  membangun sensitifitas terhadap irama dalam hal suara dan gerak.
  • Anak-anak akan menghargai keindahan, irama, dan siklus alam (visual dan auditori).

Day #10


Tema : Mengenal pola melalui kapur warna

Media : Kapur warna


Sumber: Doc. pribadi


Saya ingat betul kapan pertama kalinya saya mengikuti Tes IQ. Awal masuk SMP. Dan masih teringat jelas bagaimana gambaran soal-soal Tes IQ; hampir semuanya berisi pola. Ya, pola sangat erat kaitannya dengan kecerdasan intelektual.



Tes IQ merupakan tolak ukur yang akurat untuk mengetahui prestasi akademik seseorang. Mengukur seberapa jauh kemampuan intelektual dan keterampilan kognitif seseorang lewat empat bidang kecerdasan: pemahaman verbal, penalaran persepsi (visual-spasial dan auditori), memori kerja (termasuk memori jangka pendek), dan kecepatan pemrosesan informasi atau pertanyaan.

Poin terakhir, saya kira, sangat berpengaruh pada kecepatan dan ketepatan menyelesaikan masalah. Dan saya ingin Singa memiliki kemampuan-kemampuan itu kelak ketika dia dewasa. Maka yang bisa saya lakukan sekarang adalah dengan menstimulus kemampuan berpikirnya dengan permainan pattern

Teknis : Saya terlebih dahulu akan menyusun pola dari kapur warna yang Singa miliki. Untuk warnanya Singa yang pilih. Lalu saya minta Singa untuk melanjutkan susunan pola itu. 

Pelaksanaan dan Evaluasi : 

Waktu pelaksanaan : Kamis, 27 Juni 2019, pukul 4 sore.

Masih belum bisa dikatakan sukses. Singa sangat menikmati aktivitas mengeluarkan kapur dari box, tapi tidak dengan menyusunnya. Saya masih harus terus mengingatkan dan mengajaknya untuk fokus pada permainan, sambil sesekali menjelaskan konsep pola secara sederhana.


"Mas Asqi, coba ini diurutkan, Mas. Kapur yang pertama warna pink, yang kedua blue, lalu pink lagi, trus blue lagi, habis itu warna apa ya?"


Singa belum bisa menjawabnya. Mungkin belum sepenuhnya memahami.

Gapapa, kita hanya perlu terus melatihnya. Pemahaman anak akan terasah seiring dengan stimulasi dan bertambahnya usia.

Hal yang Menarik : Banyak kapur yang patah akibat terlalu bersemangatnya Singa. 😆


ALHAMDULILLAH ~ 💕💕💕


‌Rangkaian project hari ini ditutup dengan lagu pengantar tidur:

Satu, satu, Asqi sayang Allah
Dua, dua, sayang Rasulullah
Tiga, tiga, sayang Makhluk Allah
Satu, dua, tiga, sayang semuanya

Mission accomplished ✔️

#Hari10
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBundaSayang

Tantangan 10 Hari Melatih Kecerdasan Anak
Kelas Bunda Sayang #5 IIP Jakarta

Oleh: Ra'ufina




Family Project : Mengenal Pola (pattern) 

Definisi : Mengenalkan pada Singa tentang konsep pola melalui beragam permainan

Kecerdasan yang Dilatih : Kecerdasan Intelektual

Durasi : Cukup 5-10 menit/hari

Tim Pelaksana
Kapten : Ibok
Prajurit : Singa a.k.a Asqi (2y1m)

Goals :
1. Mengenalkan konsep pola untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
2. Melatih/memperpanjang rentang konsentrasi Singa
3. Membangkitkan logika dasar dan nalar
4. Mengasah rasa ingin tahu

Latar Belakang :

Sadarkah kita bahwa dunia ini diwarnai dengan begitu banyak pola? Mulai dari motif baju, warna pelangi, tata surya, pada hewan, lampu lalu lintas, jadwal kegiatan, sejarah, denyut jantung, sampai struktur DNA kita pun memiliki pola. 

Dan kehidupan manusia sendiri merupakan sekumpulan pola yang terus berulang. Itulah mengapa kita dianjurkan belajar sejarah, bukan untuk sekadar menghapal tanggal, tapi justru untuk mempelajari polanya. Apa penyebab munculnya masalah, bagaimana respon masing-masing pihak, dan mana taktik terbaik yang seharusnya dipakai untuk menyelesaikan konflik. Agar kita tahu cara mengatasi masalah ketika pola yang sama terjadi pada kita. Syukur-syukur dapat mengantisipasinya.
Belajar pola tidak saja bagus tetapi juga menyenangkan. Pola merupakan dasar untuk proses berpikir penting dan keterampilan reasoning pada usia dini dan seterusnya sampai anak beranjak dewasa.
Berikut ini adalah beberapa manfaat mempelajar pola:
  • Anak-anak belajar untuk melihat pola ketika terlibat dalam situasi pemecahan masalah (problem solving situation)
  • Anak-anak yang memahami pola memiliki dasar yang kuat untuk mempelajari konsep-konsep matematika
  • Anak-anak akan membuat/melihat hubungan ketika mereka diberikan sebuah set angka atau data pada sebuah grafik.
  • Anak-anak mampu melihat pola pada puisi dan literatur.
  • Anak-anak dapat merasakan atau mengenali keteraturan yang ada di alam semesta.
  • Anak-anak menjadi sadar akan pola simetri dan geometri lainnya.
  • Anak-anak akan  membangun sensitifitas terhadap irama dalam hal suara dan gerak.
  • Anak-anak akan menghargai keindahan, irama, dan siklus alam (visual dan auditori)

Day #9


Tema : Mengenal pola melalui balok kayu

Media : Balok kayu

Teknis : Saya akan menyusun balok kayu secara mendatar horizontal dengan warna atau bentuk yang berbeda. Warna atau bentuk balok kayu inilah yang menjadi polanya. Lalu saya akan meminta Singa melanjutkan pola ini.

Pelaksanaan dan Evaluasi : 

Waktu pelaksanaan : Rabu, 26 Juni 2019, pukul setengah 9 malam. 

Lagi-lagi, ini tidak mudah, pemirsa. 😂

Tidak mudah membuat Singa mau duduk tenang dan berkonsentrasi untuk memilih balok kayu mana yang jadi urutan selanjutnya. Satu menit saja sudah alhamdulillah. Dia sering teralihkan dengan mainan lain, atau bahkan lebih memilih berlari mengitari rumah. Akhirnya saya berkali-kali menunggunya selesai berlari, bergerak kesana-kemari, bermain hal lain, untuk kemudian mengajaknya kembali fokus pada balok kayuBenar-benar harus sabar! 😂

Bisa dikatakan, permainan ini belum membuahkan hasil. Singa lebih banyak bermain mainan lain. Hanya sesekali menengok balok kayunya, itupun setelah berulang kali saya membujuknya. Hahaha.


Gapapa, kita hanya perlu terus melatihnya. Rentang konsentrasi anak akan memanjang seiring dengan pembiasaan dan bertambahnya usia.

ALHAMDULILLAH ~ 💕💕💕


‌Rangkaian project hari ini ditutup dengan lagu pengantar tidur:


Satu, satu, Asqi sayang Allah
Dua, dua, sayang Rasulullah
Tiga, tiga, sayang Makhluk Allah
Satu, dua, tiga, sayang semuanya

Mission accomplished ✔️

#Hari9
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBundaSayang

Tantangan 10 Hari Melatih Kecerdasan Anak
Kelas Bunda Sayang #5 IIP Jakarta

Oleh: Ra'ufina



Family Project : Mengenal Pola (pattern) 

Definisi : Mengenalkan pada Singa tentang konsep pola melalui beragam permainan

Kecerdasan yang Dilatih : Kecerdasan Intelektual

Durasi : Cukup 5-10 menit/hari

Tim Pelaksana
Kapten : Ibok
Prajurit : Singa a.k.a Asqi (2y1m)

Goals :
1. Mengenalkan konsep pola untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
2. Melatih/memperpanjang rentang konsentrasi Singa
3. Membangkitkan logika dasar dan nalar
4. Mengasah rasa ingin tahu

Latar Belakang :

Sadarkah kita bahwa dunia ini diwarnai dengan begitu banyak pola? Mulai dari motif baju, warna pelangi, tata surya, pada hewan, lampu lalu lintas, jadwal kegiatan, sejarah, denyut jantung, sampai struktur DNA kita pun memiliki pola. 

Dan kehidupan manusia sendiri merupakan sekumpulan pola yang terus berulang. Itulah mengapa kita dianjurkan belajar sejarah, bukan untuk sekadar menghapal tanggal, tapi justru untuk mempelajari polanya. Apa penyebab munculnya masalah, bagaimana respon masing-masing pihak, dan mana taktik terbaik yang seharusnya dipakai untuk menyelesaikan konflik. Agar kita tahu cara mengatasi masalah ketika pola yang sama terjadi pada kita. Syukur-syukur dapat mengantisipasinya.


Day #8


Tema : Mengenal pola melalui lego

Media : Lego dan printable of pattern yang didapat dari internet



Saya ingat betul kapan pertama kalinya saya mengikuti Tes IQ. Awal masuk SMP. Dan masih teringat jelas bagaimana gambaran soal-soal Tes IQ; hampir semuanya berisi pola. Ya, pola sangat erat kaitannya dengan kecerdasan intelektual.


Tes IQ merupakan tolak ukur yang akurat untuk mengetahui prestasi akademik seseorang. Mengukur seberapa jauh kemampuan intelektual dan keterampilan kognitif seseorang lewat empat bidang kecerdasan: pemahaman verbal, penalaran persepsi (visual-spasial dan auditori), memori kerja (termasuk memori jangka pendek), dan kecepatan pemrosesan informasi atau pertanyaan.

Poin terakhir, saya kira, sangat berpengaruh pada kecepatan dan ketepatan menyelesaikan masalah. Dan saya ingin Singa memiliki kemampuan-kemampuan itu kelak ketika dia dewasa. Maka yang bisa saya lakukan sekarang adalah dengan menstimulus kemampuan berpikirnya dengan permainan lego pattern. Sebab lego adalah mainan yang tak pernah bosan Singa mainkan.

Teknis Saya dan Singa baru beberapa kali memainkan permainan ini. Dari yang sudah kami lalui itu, Singa tampak belum bisa dan belum mau mengikuti arahan saya untuk menyusun lego berdasarkan pola yang tersedia. Maka pada permainan kali ini, saya terlebih dahulu menyiapkan printable dan susunan lego yang sudah disesuaikan warnanya. Singa tinggal mencocokkan, susunan lego mana yang warnanya sama dengan printable yang saya berikan.

Pelaksanaan dan Evaluasi

Waktu pelaksanaan : Selasa, 25 Juni 2019, pukul setengah 8 malam.

Ini tidak mudah, pemirsa. 😂

Tidak mudah membuat Singa mau duduk tenang dan berkonsentrasi memilah warna pada susunan lego. Satu menit saja sudah alhamdulillah. Dia sering teralihkan dengan mainan lain, atau bahkan lebih memilih berlari mengitari rumah. Akhirnya saya berkali-kali menunggunya selesai berlari, bergerak kesana-kemari, bermain hal lain, untuk kemudian mengajaknya kembali fokus pada lego pattern. Benar-benar harus sabar! 😂

Sebenarnya Singa sudah lihai mencocokkan warna. Sudah tahu urutan-urutan warna yang ada pada printable. Juga sudah bisa menyusunnya sendiri, sebetulnya. Hanya saja, butuh effort lebih untuk membuatnya mau duduk tenang dan fokus. Juga butuh kesabaran ekstra untuk menyemangatinya, sebab dia akan langsung frustasi jika gagal memasang lego. Duh, harus segera melatih AI (Adversity Intelligence atau kecerdasan menghadapi tantangan)-nya nih. 🙈

Hal yang Menarik : Permainan ini hanya bertahan 2 menit! Alhamdulillah, meskipun 2 menit tapi Singa bisa menyelesaikan misi pencocokkannya dengan baique. Dan dengan dibantu Ibok tentunya. Wkwk.


Gapapa, kita hanya perlu terus melatihnya. Rentang konsentrasi anak akan memanjang seiring dengan pembiasaan dan bertambahnya usia. 

ALHAMDULILLAH ~ 💕💕💕


‌Rangkaian project hari ini ditutup dengan lagu pengantar tidur:



Satu, satu, Asqi sayang Allah
Dua, dua, sayang Rasulullah
Tiga, tiga, sayang Makhluk Allah
Satu, dua, tiga, sayang semuanya

Mission accomplished ✔️

#Hari8
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBundaSayang

Tantangan 10 Hari Melatih Kecerdasan Anak
Kelas Bunda Sayang #5 IIP Jakarta

Oleh: Ra'ufina

Sumber: https://www.republika.co.id/

Family Project : Berkenalan dengan Allah melalui Beragam Ciptaan-Nya

Definisi : Mengajak Singa untuk berkenalan dengan Allah melalui beragam ciptaan-Nya seperti tanaman, air, hewan, fenomena alam, dan anggota tubuh. Penggalian informasi secara sederhana tentang peran dan fungsi berbagai hal di sekitar kita, lalu dikaitkan dengan pemberian imaji positif tentang Segala Sifat Baik Allah.

Kecerdasan yang Dilatih : Kecerdasan Spiritual

Durasi : Project dilakukan selama 10 hari dengan objek yang berbeda setiap harinya. One week one project, one day one object.

Tim Pelaksana
Kapten : Ibok
Prajurit : Singa a.k.a Asqi (2y1m)

Goals :
1. Tumbuh rasa cinta kepada Allah dalam diri Singa (dan juga saya tentunya)
2. Intellectual curiousity-nya terasah
3. Memiliki imaji positif tentang alam dan kehidupan sekitar sebagai proses belajar
4. Wawasan dan perbendaharaan katanya bertambah
5. Saya jadi belajar lagi dan lagi tentang pengetahuan dasar 

Catatan :

Sumber : Materi ke-3 Kuliah Bunda Sayang Institut Ibu Profesional, 2019

Anak usia 0-6 tahun belum memiliki tanggung jawab moral, nalarnya pun belum tumbuh secara optimal, sehingga cara yang tepat untuk meningkatkan kecerdasan spiritualnya (di rentang usia ini) adalah dengan menumbuhkan kecintaan kepada Allah melalui penggambaran-penggambaran yang baik tentang-Nya. Hal-hal yang bersifat syari'at termasuk ibadah wajib memang baik dikenalkan sejak dini, tapi tidak untuk diterapkan secara disiplin. 

Karena untuk membuat anak rajin melakukan rutinitas ibadah dengan penuh kesadaran (nantinya), kita harus membuat mereka paham dulu, apa yang mereka lakukan dan mengapa. Apa alasan di balik rutinitas ibadah itu. Ialah Allah. 

Bukankah siapapun akan lebih ikhlas berserah diri ketika cinta kepada-Nya telah terbit sepenuh hati?


Day #7

Tema : Hujan

Metode : Diskusi ringan, menceritakan kembali kejadian yang pernah dialami. Dibantu dengan ilustrasi yang didapat dari hasil pencarian di google. 

Teknis : Memasuki pertengahan tahun, hujan mulai jarang turun. Apalagi di Jakarta. Agak sulit untuk menjalankan family project ini dengan metode pengamatan langsung. Untuk itulah kami memilih untuk melakukan obrolan ringan, menggali ingatan Singa tentang hujan. Sejauh ini, ngobrol berdua dengan Singa tanpa banyak alat peraga justru menjadi cara yang ampuh untuk mengasah rasa ingin tahunya terhadap banyak hal, juga meningkatkan pengetahuannya tentang hal-hal sekitar.

Pelaksanaan dan Evaluasi :

Waktu pelaksanaan : Senin, 24 Juni 2019 pukul 8 pagi. Sambil sarapan, kami ngobrol. 

Cerita yang melatarbelakangi : Saat mudik ke rumah Embahnya Singa lebaran kemarin, kami sempat mengadakan acara bakar-bakar dan makan bersama di teras rumah Embah. Sesaat setelah ikan dan ayamnya selesai dibakar dan kami semua bersiap menyantapnya dengan nasi hangat plus sambal, hujan turun tanpa aba-aba. Singa langsung panik. "Hujan.. hujan." Teriaknya. Lalu dia berlari masuk rumah sambil berteriak, 

"Mbah, masuk Mbah, masuk! Bita, masuk! Budhe Yaya, masuk! Mbah Ras, masuk! Masuk, masuk! Nanti kena hujan." 

Semua orang yang ada di situ disuruh masuk rumah karena hujan.

Saya, antara ingin tertawa dan bingung melihatnya. Semenakutkan itukah doktrin yang saya berikan ketika hujan datang, sehingga Singa harus bereaksi sedemikian rupa, seolah hujan sangat mengerikan. Hahaha.

---

Pagi ini, saya mengungkit kejadian itu lagi. Menanyakan padanya, mengapa waktu itu dia terlihat panik.

Singa menjawab, "Hujan.. basah." sambil mengerutkan alis.

Oalaaah.. Kamu mengkhawatirkan basah tho, Le?

Saya pun mulai mengajukan beberapa pertanyaan.

💙 : "Mas Asqi, hujan itu apa si?"
🦁 : "Hujan.. aiy atuh atas." Maksudnya, hujan itu air yang jatuh dari atas.
💙 : "Pinternya, jatuh dari atas ya. Dari mana?"
🦁 : "Awan."
💙 : "Awan?" Saya kira dia akan menjawab langit.
🦁 : "Awan awa aiy. " Awan bawa air.
💙 : "Iya betul, awan bawa air." Memberi jeda sejenak sebelum melanjutkan perkataan. "Jadi air yang ada di bumi itu menguap,  Mas, naik ke atas, dan jadilah awan. Trus awannya bergerak oleh angin, makin lama makin besar, makin berat, akhirnya air-air itu jatuh dan jadi hujan."
🦁 : "Awan hihap." Artinya awan gelap.
💙 : " Iya, kalau mau hujan biasanya awannya jadi gelap ya? Kalau awannya gelap namanya apa?"
🦁 : "Indung." Mendung.
💙 : "Pinter."
🦁 : "Indung.. hujan."
💙 : "Iya, mendung biasanya jadi pertanda mau hujan."

💙 : "Oh iya, Asqi tau nggak, buat apa sih Allah ngasih kita hujan?"
🦁 : "..."
💙 : "Biar tanaman dan pohon-pohon pada tumbuh, Mas. Biar ikan di sungai bisa berenang. Biar cuacanya ga panas." Kata saya sambil menatap Singa. "Dan.. hujan itu waktu yang mustajab untuk berdoa. Kalau Asqi berdoa waktu hujan, doanya bisa dikabulkan. Asqi pengen berdoa apa ke Allah?"
🦁 : "Aci mau minta truk."

Masyaa Allaaah.. kami pun tertawa bersama.

ALHAMDULILLAH ~ 💕💕💕


‌Rangkaian project hari ini ditutup dengan lagu pengantar tidur:

Satu, satu, Asqi sayang Allah
Dua, dua, sayang Rasulullah
Tiga, tiga, sayang Makhluk Allah
Satu, dua, tiga, sayang semuanya

Mission accomplished ✔️

#Hari7
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBundaSayang