BELANJA

Maret 30, 2015, by ranafiu


Bagi wanita, belanja adalah niscaya. Ia serupa a part of life alias bagian hidup yang tak bisa dihindari. Tapi bukan berarti semua wanita akan 'suka' belanja. Hanya saja, tiap-tiap wanita pasti akan melakukannya.

Pun saya, sebagai semurni-murninya wanita (ehem), saya juga belanja. Apalagi ini sudah akhir bulan. Kebutuhan sehari-hari seperti sabun, odol, shampo, deterjen, sampai pembalut, mulai menipis. Habis. Meski begitu tak perlu khawatir Mas, rindu saya padamu takkan terkikis. *O*
Saya pun memutuskan untuk mengajak Aufa belanja ke mini market terdekat. Ada dua pilihan: Indomaret atau Alfamart. Saya tanya si Aufa, "Aufa pingine pundi, Nduk? Indomaret nopo Alfamart?"
Aufa dengan semangatnya menjawab, "Alfamayet!"
Saya curiga, dia memilih Alfa semata-mata karena mirip dengan namanya. Saya ingin protes. Tapi, apa lah, ini bukan perkara sunni-syiah.

Sesampainya di depan Alfamart, saya disuguhi pemandangan indah berupa poster-poster potongan harga untuk produk tertentu yang ditempel berjejer di kaca dekat pintu. Salah satunya adalah So Klin Softerjen, yang semula harganya Rp 15.100 menjadi Rp 14.500. Tentu ini tidak seberapa, tapi bagi wanita, yang begini ini surga. Meski kadang hanya selisih beberapa ratus saja. Meski kadang juga tidak selisih, tapi lebih ganteng penjualnya. Ha ha.
Saya masuk. Tersenyum manis pada mbak-mbak kasir, mengambil keranjang, dan mulai berkeliling. Ternyata benar, ada potongan harga. Saya bungah. Tapi tentu saja kita tidak boleh gegabah. Zaman sekarang, semua hal harus dilakukan dengan cermat. Termasuk dalam memilih sumber berita dan situs bacaan, agar tidak sesat-menyesatkan. *eh
Saya mengecek satu per satu isi rak deterjen. Dan menemukan fakta: Daia-lah juaranya. Iya Daia. Bayangkan, sama-sama bernetto 900 gram, sama-sama plus softener, sama-sama dapet bonus piring cantik (ini yang terpenting), tapi Daia hanya seharga Rp 13.000. Meski tanpa potongan. Lha yo jelas saya milih Daia!
Ini membuktikan satu hal, bahwa saya adalah wanita yang tidak mudah tergiur promo. Jadi, biarpun banyak lelaki yang menawarkan kebahagiaan Mas, cuma kamu yang bikin saya harap-harap cemas.

Singkat cerita, saya telah selesai berbelanja -dengan perhitungan matang tentunya. Setelah membayar semua belanjaan saya di kasir, dan memastikan mbaknya tidak lupa memasukkan piring cantik ke dalam plastik, saya mengecek struk. Barangkali ada angka yang tidak sesuai dengan harga yang tercantum di rak. Percaya atau tidak, hal ini sering terjadi.

Pada akhirnya, belanja bukan lagi tentang senang-senang nghabisin uang, tapi tentang berpikir keras bagaimana mendapatkan barang berkualitas dengan harga yang pas.

Selamat malam, Mas. :v

0 comments

Hi,

Thank you for visiting my blog. Hope you enjoy reading it. I'm so glad if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism to me to be able to write better.

Search on My Blog