CITA-CITA GURU TK

Agustus 10, 2015

Di antara sekian banyak profesi yang saya cita-citakan sejak kecil, menjadi guru TK adalah satu yang paling awet saya pendam. Profesi itulah yang saya sebut ketika pertama kali ditanya, "Cita-citamu apa?" dulu, pas lagi unyu-unyunya. Kalo sekarang sih, jadi ibuknya anak-anakmu sajalah, Mas.
Sampai menginjak usia SD, hingga SMP, bahkan menjelang kelulusan SMA, menjadi guru TK tetap masuk ke daftar impian, bersanding dengan ragam mimpi lain seperti jurnalis, designer, dan kryptografer. 

Tapi sayang, saya gagal melakoninya.

"Gapapa, Up, yang penting kamu nggak gagal mendapatkan cinta saya."
Eh, Mas! Kamu kok.. :*

Saya mengikuti UM-PTN di jurusan Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia melalui jalur bidik misi tahun 2010, dan failed. Di titik inilah, saya mulai menata kembali hati yang telah remuk-lebur oleh pupusnya asa. Sebab, kamu tahu, seringkali kita perlu mengesampingkan ambisi untuk sekedar berdamai dengan realita. *halah

Sejak saat itu, entah bagaimana, saya nyaris lupa bahwa saya pernah begitu ingin menjadi guru TK.
Sampai bertahun-tahun kemudian, lahirlah Aufa, dan tiba waktunya dia masuk TK. Duh, Mas. Setiap mengantar Aufa, setiap melihat guru-guru dari adik mbontot saya itu, saya selalu merasakan getaran CLBK. Seakan-akan dia adalah gebetan masa lalu yang gagal saya pacari, tapi masih meninggalkan jejak penasaran hingga kini. Eheu.

Bagi saya, guru TK adalah manusia-manusia pilihan. Sebab tidak sembarang orang bisa melakoni itu. Jika wanita, maka dia adalah wanita yang penyabar--atau minimal, terlatih untuk bersabar--lembut perangainya, dan penuh kasih sayang. Betapa sempurnanya. Andai saya jadi guru TK dengan segala sifat malaikatnya itu, mungkin saya hanya perlu melatih skill bergaul saya dan membumbuinya dengan keterampilan menggombal, lalu, uh! Lelaki mana yang tak kendor hatinya? Huahahahahaa
Tapi, Tuhan memang Maha Cantik. Alih-alih meridloi saya untuk tampil sebagai guru TK, Dia malah menjadikan saya seorang--ehem--bidan. Yang tanpa saya pernah duga sebelumnya, justru profesi inilah yang digandrungi para calon mertua di Indonesia. Ngoahahahahaa! :v

Wis, ah. Kayaknya saya perlu banyak-banyak istighfar dan nyolawat, biar sadar. :3 :v

Pekalongan, 10 Agustus 2015

You Might Also Like

0 comments

Like us on Instagram

Followers

Subscribe