HELM, KOPIAH, DAN OBROLAN TENTANG BAIK-BENAR

April 02, 2015, by ranafiu

Pada malam-malam dimana senyap mulai merambat ke dinding-dinding kamar para jomblo, saya berdiam diri mencumbui sunyi. Merasai "dingin"-nya udara dengan asumsi bahwa ternyata bukan hanya saya yang tak tersentuh cinta, udara juga.

Di saat seperti ini, biasanya Mbak Liya akan bergabung dan menggelosorkan diri di samping saya, lalu entah bagaimana mulanya, dia sudah berceloteh panjang ngomongin hal-hal yang kadang bikin adiknya yang jomblo ini nggerus ati.

Namun, tampaknya malam ini lain. Mbak Liya cukup pengertian untuk menahan diri dari pembahasan seputar indah pacaran, dan sebagai gantinya dia hanya berkomentar singkat, "Yakin ah, mbok ojo ngunu yo," sambil terus menatap layar androidnya. Dia bercerita, di grup BBM ada teman yang pasang iklan untuk jual hape. Ini wajar. Di Fesbuk pun banyak yang demikian. Mungkin termasuk kamu, Dik.

Tapi yang menjadikan janggal adalah sebuah komentar dari teman lain yang tanpa ha-ha-he-he, langsung ngirim: "Beli hape yang harganya mahal pada mampu, tapi beli Qur'an yang lebih terjangkau pada gak mau. Ingat, hape canggih hanya menjauhkan kita dari Islam." Duh, Dik.
Mbak Liya pun ngoceh, "Yo sih bener ngingetke ngunu. Tapi kan, wayahe ora pas. Aku sing awam wae ngrosone ora nyaman lho."

Oke. Ini tentang ke-pas dan tidak pas-an. Kalau boleh saya bilang, mengingatkan orang tentang Qur'an dan Islam di ranah jual-beli hape itu seperti kamu menasehati para jejaka yang lagi njajan helm, bahwasanya "bukan helm yang dipakai untuk sholat, melainkan kopiah." Atau seperti kamu yang bersemangat adzan dzuhur, jam 9 pagi. Kan nggak cucok sih, Dik. Ya kan, nggak cucok, kan?
Dalam bidang kuliner, ada istilah halalan thoyyiban. Udang itu halal, tapi belum tentu thoyyib untuk yang punya alergi. Sebuah nasehat itu mungkin saja "benar", tapi jadi tidak "baik" jika akhirnya hanya bikin ehem di hati.

Pada akhirnya kita sama-sama belajar, Dik, bahwa Kang Masmu itu benar-benar thoyyib. Sayang aja dia belum halal. *ihik

Malam ini, sunyi-senyap menjadi lagu dalam sisa obrolan.

Pekalongan, 2 April 2015

0 comments

Hi,

Thank you for visiting my blog. Hope you enjoy reading it. I'm so glad if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism to me to be able to write better.

Search on My Blog