PEREMPUAN, SEKS, DAN (AH, LAGI LAGI) KANKER SERVIKS

Februari 14, 2015, by ranafiu

"Pokoknya, aku nggak mau bayi dalam perut ibuku itu lahir perempuan!"
Hanifa, seorang teman semasa SMP berkata dengan penuh penekanan. Enam atau tujuh tahun yang lalu.

Saat itu, ia baru tahu kalau ibunya hamil lagi.

"Melahirkan anak perempuan di zaman sekarang adalah beban." Katanya. Lalu melanjutkan, "Kita sama-sama tahu bagaimana bobroknya pergaulan remaja kita."

***

Hari ini, saya melihat sendiri anak perempuan berparas manis itu kesakitan menahan nyeri kontraksi pada perutnya yang membesar. Empat belas tahun usianya. Dan ia sudah mau melahirkan.
Ini bukan tentang norma-norma. Bukan melulu berisi tuduhan dalam perspektif agama. Bukan. Itu bukan gawean saya kok. Ini murni tentang kekhawatiran.

Yang pertama saya pikirkan tentang anak perempuan -dengan perut membesar- itu adalah: betapa beresikonya dia. Dan resiko terbesar yang menghadangnya tentu saja, kanker serviks.

"Lagi-lagi itu ya, Up?"

Iya.

"Kenapa gitu?"

Dari segi kesehatan, organ reproduksi perempuan dikatakan matang dan SIAP dioperasikan (paling baik) di usia 20-35 tahun. Melakukan aktivitas seksual pada usia dini menyebabkan organ intim perempuan rentan mengalami luka. Nah, ketika terjadi luka, HPV atau Human Papilloma Virus akan lebih mudah masuk dan menginfeksi jaringan pada organ intim. Infeksi ini biasanya tidak menimbulkan keluhan di awal. Tapi akan membahayakan di kemudian hari. Apalagi, HPV termasuk jenis virus yang lebih mudah berkembang di jaringan tubuh yang masih unyu-unyu.

Ini baru tentang seksnya. Belum kehamilannya. Bahwa rahim yang belum matang tapi dipaksakan bekerja akan timbulkan komplikasi. Ibarat membuat batu bata, yang harusnya dijemur dan dibakar dulu, ia langsung digunakan untuk mendirikan bangunan. Ya rapuhlah.

Barangkali. Barangkali ada di antara adik-adik yang pernah berhubungan seksual dini, tolong disudahi ya. Eman-eman awakmu, Ndhuk. Eman-eman.

***

Mungkin Hanifa benar; mendidik dan membesarkan anak perempuan bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi, di era ini.

Pekalongan, 14 Februari 2015

0 comments

Hi,

Thank you for visiting my blog. Hope you enjoy reading it. I'm so glad if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism to me to be able to write better.

Search on My Blog