CERITA KEHAMILAN #4 : GERAKAN JANIN

Februari 14, 2017


Gerakan janin adalah salah satu yang paling menakjubkan dari apa yang dapat dirasakan seorang wanita selama proses kehamilan--setidaknya, menurut saya. Gerakan-gerakan itu serupa sinyal tentang keberadaan manusia lain di dalam tubuh saya, yang hidup, tumbuh, dan berkembang dari aliran darah yang saya miliki. Di sinilah saya makin menyadari, betapa Wow-nya Tuhan itu. Dia dapat menciptakan seonggok manusia dalam sekali senggolan. Eh. 🙊

Pada umumnya, seorang wanita hamil mulai merasakan gerakan janinnya antara minggu ke-16 sampai 20, tergantung kepekaan dan pengalaman hamilnya masing-masing. Wanita yang hamil anak ke-3, misalnya, cenderung lebih cepat mendeteksi gerakan janin dibandingkan wanita yang baru pertama kali hamil. Sebab pengalaman mengajarkan banyak hal. Dan wanita dengan lemak perut tipis, seringkali lebih peka terhadap gerakan di dalam rahim daripada wanita yang memiliki lemak perut agak tebal.

Saya pribadi--meski baru pertama hamil dan lemak perutnya gak tipis-tipis amat--sudah merasakan gerakan janin pada akhir minggu ke-13. Lebih awal dari kebanyakan orang. Kok bisa? Ya mungkin karena saya orangnya peka. Peka dan sedikit sensitif, tapi nggak baperan kok. 😀

Gerakan yang pertama saya rasakan serupa dengan kontraksi usus, hanya saja berasal dari perut bagian bawah, tepat di belakang kandung kemih. Kadang-kadang terasa seperti perut saya sedang kedutan, atau seperti ada gelembung air. Menjelang minggu ke-17, gerakannya makin kuat. Saya dapat merasakan ada massa yang berputar-putar dalam rahim saya. Ini terlihat saat dilakukan pemeriksaan USG. Dokter sampai mengatakan, "Bayinya aktif sekali."

Dalam hati, saya menyahut, "Iyalah, wong bapaknya juga hiperaktif begitu." 😂

Nah, saran saya, ketika janin bergerak, entah itu menendang, menggeliat, berguling, atau sekedar cegukan, cobalah untuk meresponnya dengan mengelus perut. Ajak serta bapaknya untuk ikut berperan. Ini dipercaya mampu meningkatkan ikatan emosi antara orang tua dan janin sejak kehamilan.

Kenapa gerakan janin begitu penting?

Ada beberapa poin yang menjadi indikator kesejahteraan janin dalam kandungan. Dua di antaranya adalah DJJ (Denyut Jantung Janin) dan frekuensi gerakannya.

Denyut jantung janin dapat dideteksi hanya melalui alat, seperti stethoscope, linex, doppler, atau pemantauan melalui USG. Ibu tidak dapat sewaktu-waktu memeriksa denyut jantung janinnya; apakah normal atau mengalami masalah. Berbeda dengan gerakan janin yang dapat dirasakan ibu kapanpun dan di manapun. Maka betapa pentingnya mengetahui janin aktif bergerak, karena itu merupakan sinyal bahwa dia sehat.

Berdasarkan Metode Cardiff, metode yang umum digunakan di dunia kebidanan, gerakan janin dikatakan normal jika dalam 12 jam janin melakukan gerakan minimal 10 waktu. Misal nih, misal, jam 5 pagi ibu merasakan janinnya bergerak 4 kali. Rangkaian gerakan ini dianggap yang pertama. Lalu jam 6.30 si janin bergerak lagi sebanyak 5 kali. Itu gerakan kedua, tak peduli berapapun jumlah gerakan yang janin ciptakan dalam periode itu. Jadi, yang dihitung bukanlah jumlah per gerakan keseluruhan, melainkan rentetan gerakan dari satu jeda ke jeda yang lain.

Paham ya, Mbakyu?

Ini bukan hal yang harus dicatat layaknya mencatat tanggal jadian bagi muda-mudi yang sedang kasmaran. Let it flow saja Mbakyu, masing-masing wanita akan memiliki alarmnya sendiri tentang hal-hal penting yang berkaitan dengan janinnya.

Kalau dirasa gerakannya melemah, cobalah duduk atau berbaring santai sambil ngemil dan minum minuman yang manis. Biasanya, janin akan terdorong untuk melakukan gerakan ketika terjadi peningkatan glukosa dalam tubuh ibunya.

Menurut Sardovsky, dalam 1 jam kondisi santai dan berbaring miring kiri, seharusnya seorang wanita hamil dapat merasakan minimal 4 gerakan janin.

Bagaimana kalau--baik melalui penghitungan 12 maupun 1 jam--gerakan janin kita memang melemah?

Pergilah ke tenaga kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan. Ada beberapa kasus kematian janin dalam rahim (IUFD-IntraUterine Fetal Death), yang didahului dengan melemahnya gerakan janin, tapi si ibu tidak peduli. Begitulah, ketidakpedulian seringkali membawa "bencana".

Bukankah jarak terjauh kita dengan orang yang kita sayang adalah ketika masih di sisi namun tak saling peduli? *ihik 🙈

Pekalongan, 14 Februari 2017

You Might Also Like

0 comments

Like us on Instagram

Followers

Subscribe