CERITA KEHAMILAN #5 : DASTER VS KAOS

April 04, 2017, by ranafiu

Banyak orang menjadi parno dan gampang antipati terhadap sesuatu (baik yang bersifat modern maupun konvensional) ketika ia--atau ada seseorang dalam keluarganya--hamil dan melahirkan.

Seperti misalnya; pemakaian stagen pada masa nifas. Pemakaian stagen, yang oleh orang Pekalongan dikenal dengan istilah bengkingan, menurut ilmu modern dianggap dapat menghambat proses involusi uterus, atau proses berkontraksinya rahim untuk kembali ke ukuran semula. Wew! Bahaya, ndak? Ya bahaya.

Tapiiiiii.. ada tapinya. Tapi, hanya ketika stagen itu dililitkan terlalu kencang pada area perut atas sampai pinggang. Kalau digunakan untuk sekedar memberikan rasa nyaman pada perut ibu karena perubahan bentuk fisik (alias untuk menopang perut yang kendur setelah lahirnya bayi), lha yo ndak papa.

Sama halnya dengan apa yang saya alami tempo hari. Salah seorang tetangga menegur saya, ketika mereka melihat wanita anggun bernama Ra'ufina ini melintas di depan rumahnya. 😌

"Mbak, hamil tua kok masih pakai kaos? Pakai celana pula. Ndak kasihan sama bayinya?"

Saya hanya tersenyum. Senyum yang manis tentu saja. Karena memang saya orangnya manis. Oke, lupakan.

Tetangga saya itu tidak salah. Sebab memang pada umumnya, ibu hamil lebih senang memakai daster atau piyama ketika kandungannya makin membesar. Tapi pilihan mereka terhadap daster dan piyama pun memiliki alasan yang cukup logis:

Pertama, karena pada dasarnya wanita hamil itu mudah sekali merasa gerah, kepanasan, lalu berkeringat. Sehingga mereka butuh pakaian dari jenis kain yang adem dan menyerap keringat. Apa yang paling tepat? Yo pasti daster/piyama. Apalagi daster yang tanpa lengan. Wuuuuu semriwing~ *pasang emot kipas angin

Kedua, kebanyakan wanita hamil pasti merasakan gatal di area perut, entah karena faktor hormonal atau karena melebarnya jaringan di lapisan bawah kulit seiring dengan membesarnya ukuran rahim. Penggunaan celana yang ketat, atau pakaian yang kainnya kasar hanya akan memperparah keadaan itu. Endingnya, mereka benar-benar lari dari kaos-celana dan jatuh ke pelukan daster/piyama.

Nah, masalahnya, apa harus sedemikian saklek?

Ketika kaosmu memenuhi kriteria sebagai pakaian yang nyaman; kainnya adem, lembut, menyerap keringat, dengan ukuran cukup longgar menyesuaikan bentuk tubuh yang makin melebar, ditambah kamu bisa tetap tampil rapi untuk menyenangkan pandangan suami, kenapa enggak?

Ilmu kesehatan itu berkembang, tapi hanya mengarah pada yang ideal. Kebenaran dan kebaikan tentangnya selalu dikembalikan pada masing-masing pribadi yang menjalani.

Wuuush~ quote of the day! :v

0 comments

Hi,

Thank you for visiting my blog. Hope you enjoy reading it. I'm so glad if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism to me to be able to write better.

Search on My Blog