CERITA KEHAMILAN #6 : PERAWATAN PAYUDARA

April 12, 2017

Selain kehamilan yang sehat dan proses persalinan yang lancar, berlimpahnya produksi ASI juga menjadi kebahagiaan sekaligus kebanggaan tersendiri bagi seorang ibu, terutama ibu baru (seperti kita, Mbakyu! 😘) Keberhasilan mengantar si buah hati menuju periode emas perkembangan otaknya dengan nutrisi terbaik (ASI), tentu menjadi mimpi bagi semua ibu. Namun sayang, tidak semua ibu dapat mewujudkan mimpi itu.

Beberapa kendala seperti jumlah produksi yang minim, tersumbatnya saluran ASI, atau bentuk puting yang mendelep membuat kepercayaan diri seorang ibu berkurang, lalu berakhir dengan enggannya ia untuk menyusui sang bayi. Duh, duh, duh.. padahal ASI adalah makanan terbaik bagi bayi sepanjang masa, dan aktivitas direct breastfeeding (menyusui secara langsung) adalah bonding (proses membangun ikatan) paling efektif bagi ibu dan bayinya.

Sayang sekali kan kalau kita melewatkan masa menyusui ini dengan menyerahkan sepenuhnya pada tangan-tangan produsen susu formula?

Nah, salah satu yang bisa kita lakukan untuk mempersiapkan kelancaran produksi ASI adalah dengan melakukan perawatan payudara selama hamil. Ini yang masih saya telateni~

Banyak ibu hamil mengabaikan perawatan payudara ini. Bisa jadi lantaran malas atau karena belum mengetahui manfaatnya. Padahal jika dilakukan dengan benar dan teratur, selain dapat memperlancar produksi ASI nantinya, juga dapat menjaga bentuk payudara tetap bagus saat menyusui. Uwuwuwu.. mau kan mau kan? 😍

Perawatan payudara bisa dilakukan setelah usia kehamilan 7 bulan (kalau saya baru mulai ketika mendekati 9 bulan, karena malas wkwk). Sebelum itu, sebaiknya jangan ya Mbakyu. Karena dapat merangsang kontraksi rahim, dan itu tidak baik untuk kehamilan awal.

Berikut macam-macam dari perawatan payudara yang bisa dilakukan sendiri di rumah.

1. Pemijatan

Lakukan saat mandi, biar gampang. Syukur-syukur bersama suami, biar makin menyenangkan. 🙈

Siapkan di waskom air hangat dan air dingin, waslap/handuk kecil, minyak kelapa (saya pakai baby oil), dan kapas.

Pastikan tanganmu bersih. Olesi telapak tangan dengan baby oil, lalu mulailah pemijatan dengan meletakkan kedua telapak tangan di atas masing-masing payudara (tangan kanan pada payudara kanan, dan tangan kiri pada payudara kiri). Pijat ke arah samping luar, lalu ke bawah, kemudian hentakkan badan payudara ke arah atas. Ulangi antara 20-30 kali. Gerakan ini bertujuan untuk melemaskan otot-otot dan menjaga elastisitas payudara.

Gunakan tangan kirimu untuk menyangga payudara sebelah kiri. Lalu gunakan buku-buku jari tangan kanan yang mengepal untuk memijat. Mulailah pijatan dari lingkaran luar payudara ke arah puting, seperti gerakan menyisir. Tapi jangan sentuh putingnya. Lakukan gerakan ini 20-30 kali, untuk membantu melancarkan saluran ASI menuju areola (lingkaran hitam di sekitar puting) dan puting.

Usai memijat badan payudara, kini saatnya merawat puting. Bersihkan puting dan areola menggunakan kapas yang sudah dibasahi baby oil untuk menghilangkan kerak-kerak dan kotoran yang menempel di atasnya. Terjadinya sumbatan ASI seringkali berawal dari malasnya ibu membersihkan puting dan areola.

Untuk bentuk puting mendelep, kamu bisa mengeluarkannya dengan tarikan pelan-pelan. Atau minta bantuan suami untuk menyedotnya menggunakan mulut saat foreplay menjelang berhubungan seksual. Selain sebagai aktivitas rutin di tempat tidur, cara ini cukup efektif untuk menonjolkan puting yang mendelep. Tapi yang perlu kita ketahui bersama adalah; muara ASI yang sesungguhnya bukanlah pada puting, melainkan areola. Jadi, jangan pernah takut tidak dapat menyusui karena putingnya mendelep, karena ASI justru keluar banyak melalui areola.

Terakhir, kompreslah payudaramu menggunakan waslap/handuk air hangat, kemudian ganti dengan air dingin. Tujuannya untuk memperlancar sirkulasi darah dalam payudara.

2. Senam

Selain pemijatan, perawatan payudara juga dilakukan dengan senam untuk memperkuat otot-otot, sehingga payudara menjadi lebih padat dan produksi ASI meningkat.

Caranya:
Berdirilah di depan cermin. Selain untuk mempermudah kita melihat setiap gerakan, kita juga bisa sekalian narsis :v

Tangan kanan memegang bagian bawah lengan kiri dekat siku, dan sebaliknya tangan kiri memegang bagian bawah tangan kanan dekat siku (seperti bersedekap). Kemudian tekan kuat-kuat ke arah dada dengan mempererat pegangan, lalu lemaskan kembali. Lakukan masing-masing selama 5 detik, dan diulang sampai 30 kali gerakan.

Setelah itu, pegang bahu dengan kedua tangan (tangan kiri memegang bahu kiri, tangan kanan memegang bahu kanan), kemudian siku diputar ke depan sehingga lengan bagian dalam memijat payudara ke arah atas. Lakukan 20-30 kali putaran.

3. Memakai bra yang pas

Pakailah bra yang sesuai dengan ukuran payudaramu selama hamil. Sebab selama hamil, payudara kita mengalami pembesaran volume. Bra yang terlalu sempit hanya akan menghambat perkembangan kelenjar payudara, sedangkan bra yang terlalu longgar akan membuat payudaramu tampak jatuh tidak nyaman, dan lama-kelamaan menjadi kendur. Heuheu ga mau kan?

Oh iya, karena tubuh ibu hamil cenderung mudah berkeringat, dan area payudara sering terasa gatal, pilihlah bra yang terbuat dari bahan katun atau kaos, sehingga nyaman dipakai dan menyerap keringat. Pilih juga tali pengikat yang lebar agar dapat menyangga payudara dengan baik.

***

Selain perawatan payudara yang meliputi 3 praktik di atas, ada satu hal lagi yang perlu kita pahami baik-baik, Mbakyu. Yaitu: berpikirlah positif!

Kekhawatiran tentang gagalnya kita dalam memberikan ASI Eksklusif pastilah ada, tapi jangan sampai itu menjadi suatu ketakutan yang mengendap sehingga membuat pikiran kita menjadi negatif. Pikiran-pikiran yang negatif hanya akan menghambat hipotalamus dalam memproduksi hormon oksitosin, yang berfungsi mengalirkan ASI.

Jadi, Mbakyu.. be positive thinking ya. Semoga nantinya kita bisa sama-sama menikmati masa menyusui dengan ASI yang berlimpah-ruah-barokah. Hehe, aamiiinn.

You Might Also Like

0 comments

Like us on Instagram

Followers

Subscribe