Tantangan 10 Hari Melatih Kecerdasan Anak
Kelas Bunda Sayang #5 IIP Jakarta

Oleh: Ra'ufina

Sumber: yentyjap.co



Family Project : Mengenal Pola (pattern) 

Definisi : Mengenalkan pada Singa tentang konsep pola melalui beragam permainan

Kecerdasan yang Dilatih : Kecerdasan Intelektual

Durasi : Cukup 5-10 menit/hari

Tim Pelaksana
Kapten : Ibok
Prajurit : Singa a.k.a Asqi (2y1m)

Goals :
1. Mengenalkan konsep pola untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
2. Melatih/memperpanjang rentang konsentrasi Singa
3. Membangkitkan logika dasar dan nalar
4. Mengasah rasa ingin tahu

Latar Belakang :

Sadarkah kita bahwa dunia ini diwarnai dengan begitu banyak pola? Mulai dari motif baju, warna pelangi, tata surya, pada hewan, lampu lalu lintas, jadwal kegiatan, sejarah, denyut jantung, sampai struktur DNA kita pun memiliki pola. 

Dan kehidupan manusia sendiri merupakan sekumpulan pola yang terus berulang. Itulah mengapa kita dianjurkan belajar sejarah, bukan untuk sekadar menghapal tanggal, tapi justru untuk mempelajari polanya. Apa penyebab munculnya masalah, bagaimana respon masing-masing pihak, dan mana taktik terbaik yang seharusnya dipakai untuk menyelesaikan konflik. Agar kita tahu cara mengatasi masalah ketika pola yang sama terjadi pada kita. Syukur-syukur dapat mengantisipasinya.
Belajar pola tidak saja bagus tetapi juga menyenangkan. Pola merupakan dasar untuk proses berpikir penting dan keterampilan reasoning pada usia dini dan seterusnya sampai anak beranjak dewasa.
Berikut ini adalah beberapa manfaat mempelajar pola:
  • Anak-anak belajar untuk melihat pola ketika terlibat dalam situasi pemecahan masalah (problem solving situation)
  • Anak-anak yang memahami pola memiliki dasar yang kuat untuk mempelajari konsep-konsep matematika
  • Anak-anak akan membuat/melihat hubungan ketika mereka diberikan sebuah set angka atau data pada sebuah grafik.
  • Anak-anak mampu melihat pola pada puisi dan literatur.
  • Anak-anak dapat merasakan atau mengenali keteraturan yang ada di alam semesta.
  • Anak-anak menjadi sadar akan pola simetri dan geometri lainnya.
  • Anak-anak akan  membangun sensitifitas terhadap irama dalam hal suara dan gerak.
  • Anak-anak akan menghargai keindahan, irama, dan siklus alam (visual dan auditori).

Day #10


Tema : Mengenal pola melalui kapur warna

Media : Kapur warna


Sumber: Doc. pribadi


Saya ingat betul kapan pertama kalinya saya mengikuti Tes IQ. Awal masuk SMP. Dan masih teringat jelas bagaimana gambaran soal-soal Tes IQ; hampir semuanya berisi pola. Ya, pola sangat erat kaitannya dengan kecerdasan intelektual.



Tes IQ merupakan tolak ukur yang akurat untuk mengetahui prestasi akademik seseorang. Mengukur seberapa jauh kemampuan intelektual dan keterampilan kognitif seseorang lewat empat bidang kecerdasan: pemahaman verbal, penalaran persepsi (visual-spasial dan auditori), memori kerja (termasuk memori jangka pendek), dan kecepatan pemrosesan informasi atau pertanyaan.

Poin terakhir, saya kira, sangat berpengaruh pada kecepatan dan ketepatan menyelesaikan masalah. Dan saya ingin Singa memiliki kemampuan-kemampuan itu kelak ketika dia dewasa. Maka yang bisa saya lakukan sekarang adalah dengan menstimulus kemampuan berpikirnya dengan permainan pattern

Teknis : Saya terlebih dahulu akan menyusun pola dari kapur warna yang Singa miliki. Untuk warnanya Singa yang pilih. Lalu saya minta Singa untuk melanjutkan susunan pola itu. 

Pelaksanaan dan Evaluasi : 

Waktu pelaksanaan : Kamis, 27 Juni 2019, pukul 4 sore.

Masih belum bisa dikatakan sukses. Singa sangat menikmati aktivitas mengeluarkan kapur dari box, tapi tidak dengan menyusunnya. Saya masih harus terus mengingatkan dan mengajaknya untuk fokus pada permainan, sambil sesekali menjelaskan konsep pola secara sederhana.


"Mas Asqi, coba ini diurutkan, Mas. Kapur yang pertama warna pink, yang kedua blue, lalu pink lagi, trus blue lagi, habis itu warna apa ya?"


Singa belum bisa menjawabnya. Mungkin belum sepenuhnya memahami.

Gapapa, kita hanya perlu terus melatihnya. Pemahaman anak akan terasah seiring dengan stimulasi dan bertambahnya usia.

Hal yang Menarik : Banyak kapur yang patah akibat terlalu bersemangatnya Singa. πŸ˜†


ALHAMDULILLAH ~ πŸ’•πŸ’•πŸ’•


‌Rangkaian project hari ini ditutup dengan lagu pengantar tidur:

Satu, satu, Asqi sayang Allah
Dua, dua, sayang Rasulullah
Tiga, tiga, sayang Makhluk Allah
Satu, dua, tiga, sayang semuanya

Mission accomplished ✔️

#Hari10
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBundaSayang

Tantangan 10 Hari Melatih Kecerdasan Anak
Kelas Bunda Sayang #5 IIP Jakarta

Oleh: Ra'ufina




Family Project : Mengenal Pola (pattern) 

Definisi : Mengenalkan pada Singa tentang konsep pola melalui beragam permainan

Kecerdasan yang Dilatih : Kecerdasan Intelektual

Durasi : Cukup 5-10 menit/hari

Tim Pelaksana
Kapten : Ibok
Prajurit : Singa a.k.a Asqi (2y1m)

Goals :
1. Mengenalkan konsep pola untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
2. Melatih/memperpanjang rentang konsentrasi Singa
3. Membangkitkan logika dasar dan nalar
4. Mengasah rasa ingin tahu

Latar Belakang :

Sadarkah kita bahwa dunia ini diwarnai dengan begitu banyak pola? Mulai dari motif baju, warna pelangi, tata surya, pada hewan, lampu lalu lintas, jadwal kegiatan, sejarah, denyut jantung, sampai struktur DNA kita pun memiliki pola. 

Dan kehidupan manusia sendiri merupakan sekumpulan pola yang terus berulang. Itulah mengapa kita dianjurkan belajar sejarah, bukan untuk sekadar menghapal tanggal, tapi justru untuk mempelajari polanya. Apa penyebab munculnya masalah, bagaimana respon masing-masing pihak, dan mana taktik terbaik yang seharusnya dipakai untuk menyelesaikan konflik. Agar kita tahu cara mengatasi masalah ketika pola yang sama terjadi pada kita. Syukur-syukur dapat mengantisipasinya.
Belajar pola tidak saja bagus tetapi juga menyenangkan. Pola merupakan dasar untuk proses berpikir penting dan keterampilan reasoning pada usia dini dan seterusnya sampai anak beranjak dewasa.
Berikut ini adalah beberapa manfaat mempelajar pola:
  • Anak-anak belajar untuk melihat pola ketika terlibat dalam situasi pemecahan masalah (problem solving situation)
  • Anak-anak yang memahami pola memiliki dasar yang kuat untuk mempelajari konsep-konsep matematika
  • Anak-anak akan membuat/melihat hubungan ketika mereka diberikan sebuah set angka atau data pada sebuah grafik.
  • Anak-anak mampu melihat pola pada puisi dan literatur.
  • Anak-anak dapat merasakan atau mengenali keteraturan yang ada di alam semesta.
  • Anak-anak menjadi sadar akan pola simetri dan geometri lainnya.
  • Anak-anak akan  membangun sensitifitas terhadap irama dalam hal suara dan gerak.
  • Anak-anak akan menghargai keindahan, irama, dan siklus alam (visual dan auditori)

Day #9


Tema : Mengenal pola melalui balok kayu

Media : Balok kayu

Teknis : Saya akan menyusun balok kayu secara mendatar horizontal dengan warna atau bentuk yang berbeda. Warna atau bentuk balok kayu inilah yang menjadi polanya. Lalu saya akan meminta Singa melanjutkan pola ini.

Pelaksanaan dan Evaluasi : 

Waktu pelaksanaan : Rabu, 26 Juni 2019, pukul setengah 9 malam. 

Lagi-lagi, ini tidak mudah, pemirsa. πŸ˜‚

Tidak mudah membuat Singa mau duduk tenang dan berkonsentrasi untuk memilih balok kayu mana yang jadi urutan selanjutnya. Satu menit saja sudah alhamdulillah. Dia sering teralihkan dengan mainan lain, atau bahkan lebih memilih berlari mengitari rumah. Akhirnya saya berkali-kali menunggunya selesai berlari, bergerak kesana-kemari, bermain hal lain, untuk kemudian mengajaknya kembali fokus pada balok kayuBenar-benar harus sabar! πŸ˜‚

Bisa dikatakan, permainan ini belum membuahkan hasil. Singa lebih banyak bermain mainan lain. Hanya sesekali menengok balok kayunya, itupun setelah berulang kali saya membujuknya. Hahaha.


Gapapa, kita hanya perlu terus melatihnya. Rentang konsentrasi anak akan memanjang seiring dengan pembiasaan dan bertambahnya usia.

ALHAMDULILLAH ~ πŸ’•πŸ’•πŸ’•


‌Rangkaian project hari ini ditutup dengan lagu pengantar tidur:


Satu, satu, Asqi sayang Allah
Dua, dua, sayang Rasulullah
Tiga, tiga, sayang Makhluk Allah
Satu, dua, tiga, sayang semuanya

Mission accomplished ✔️

#Hari9
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBundaSayang

Tantangan 10 Hari Melatih Kecerdasan Anak
Kelas Bunda Sayang #5 IIP Jakarta

Oleh: Ra'ufina



Family Project : Mengenal Pola (pattern) 

Definisi : Mengenalkan pada Singa tentang konsep pola melalui beragam permainan

Kecerdasan yang Dilatih : Kecerdasan Intelektual

Durasi : Cukup 5-10 menit/hari

Tim Pelaksana
Kapten : Ibok
Prajurit : Singa a.k.a Asqi (2y1m)

Goals :
1. Mengenalkan konsep pola untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
2. Melatih/memperpanjang rentang konsentrasi Singa
3. Membangkitkan logika dasar dan nalar
4. Mengasah rasa ingin tahu

Latar Belakang :

Sadarkah kita bahwa dunia ini diwarnai dengan begitu banyak pola? Mulai dari motif baju, warna pelangi, tata surya, pada hewan, lampu lalu lintas, jadwal kegiatan, sejarah, denyut jantung, sampai struktur DNA kita pun memiliki pola. 

Dan kehidupan manusia sendiri merupakan sekumpulan pola yang terus berulang. Itulah mengapa kita dianjurkan belajar sejarah, bukan untuk sekadar menghapal tanggal, tapi justru untuk mempelajari polanya. Apa penyebab munculnya masalah, bagaimana respon masing-masing pihak, dan mana taktik terbaik yang seharusnya dipakai untuk menyelesaikan konflik. Agar kita tahu cara mengatasi masalah ketika pola yang sama terjadi pada kita. Syukur-syukur dapat mengantisipasinya.


Day #8


Tema : Mengenal pola melalui lego

Media : Lego dan printable of pattern yang didapat dari internet



Saya ingat betul kapan pertama kalinya saya mengikuti Tes IQ. Awal masuk SMP. Dan masih teringat jelas bagaimana gambaran soal-soal Tes IQ; hampir semuanya berisi pola. Ya, pola sangat erat kaitannya dengan kecerdasan intelektual.


Tes IQ merupakan tolak ukur yang akurat untuk mengetahui prestasi akademik seseorang. Mengukur seberapa jauh kemampuan intelektual dan keterampilan kognitif seseorang lewat empat bidang kecerdasan: pemahaman verbal, penalaran persepsi (visual-spasial dan auditori), memori kerja (termasuk memori jangka pendek), dan kecepatan pemrosesan informasi atau pertanyaan.

Poin terakhir, saya kira, sangat berpengaruh pada kecepatan dan ketepatan menyelesaikan masalah. Dan saya ingin Singa memiliki kemampuan-kemampuan itu kelak ketika dia dewasa. Maka yang bisa saya lakukan sekarang adalah dengan menstimulus kemampuan berpikirnya dengan permainan lego pattern. Sebab lego adalah mainan yang tak pernah bosan Singa mainkan.

Teknis Saya dan Singa baru beberapa kali memainkan permainan ini. Dari yang sudah kami lalui itu, Singa tampak belum bisa dan belum mau mengikuti arahan saya untuk menyusun lego berdasarkan pola yang tersedia. Maka pada permainan kali ini, saya terlebih dahulu menyiapkan printable dan susunan lego yang sudah disesuaikan warnanya. Singa tinggal mencocokkan, susunan lego mana yang warnanya sama dengan printable yang saya berikan.

Pelaksanaan dan Evaluasi

Waktu pelaksanaan : Selasa, 25 Juni 2019, pukul setengah 8 malam.

Ini tidak mudah, pemirsa. πŸ˜‚

Tidak mudah membuat Singa mau duduk tenang dan berkonsentrasi memilah warna pada susunan lego. Satu menit saja sudah alhamdulillah. Dia sering teralihkan dengan mainan lain, atau bahkan lebih memilih berlari mengitari rumah. Akhirnya saya berkali-kali menunggunya selesai berlari, bergerak kesana-kemari, bermain hal lain, untuk kemudian mengajaknya kembali fokus pada lego pattern. Benar-benar harus sabar! πŸ˜‚

Sebenarnya Singa sudah lihai mencocokkan warna. Sudah tahu urutan-urutan warna yang ada pada printable. Juga sudah bisa menyusunnya sendiri, sebetulnya. Hanya saja, butuh effort lebih untuk membuatnya mau duduk tenang dan fokus. Juga butuh kesabaran ekstra untuk menyemangatinya, sebab dia akan langsung frustasi jika gagal memasang lego. Duh, harus segera melatih AI (Adversity Intelligence atau kecerdasan menghadapi tantangan)-nya nih. πŸ™ˆ

Hal yang Menarik : Permainan ini hanya bertahan 2 menit! Alhamdulillah, meskipun 2 menit tapi Singa bisa menyelesaikan misi pencocokkannya dengan baique. Dan dengan dibantu Ibok tentunya. Wkwk.


Gapapa, kita hanya perlu terus melatihnya. Rentang konsentrasi anak akan memanjang seiring dengan pembiasaan dan bertambahnya usia. 

ALHAMDULILLAH ~ πŸ’•πŸ’•πŸ’•


‌Rangkaian project hari ini ditutup dengan lagu pengantar tidur:



Satu, satu, Asqi sayang Allah
Dua, dua, sayang Rasulullah
Tiga, tiga, sayang Makhluk Allah
Satu, dua, tiga, sayang semuanya

Mission accomplished ✔️

#Hari8
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBundaSayang

Tantangan 10 Hari Melatih Kecerdasan Anak
Kelas Bunda Sayang #5 IIP Jakarta

Oleh: Ra'ufina

Sumber: https://www.republika.co.id/

Family Project : Berkenalan dengan Allah melalui Beragam Ciptaan-Nya

Definisi : Mengajak Singa untuk berkenalan dengan Allah melalui beragam ciptaan-Nya seperti tanaman, air, hewan, fenomena alam, dan anggota tubuh. Penggalian informasi secara sederhana tentang peran dan fungsi berbagai hal di sekitar kita, lalu dikaitkan dengan pemberian imaji positif tentang Segala Sifat Baik Allah.

Kecerdasan yang Dilatih : Kecerdasan Spiritual

Durasi : Project dilakukan selama 10 hari dengan objek yang berbeda setiap harinya. One week one project, one day one object.

Tim Pelaksana
Kapten : Ibok
Prajurit : Singa a.k.a Asqi (2y1m)

Goals :
1. Tumbuh rasa cinta kepada Allah dalam diri Singa (dan juga saya tentunya)
2. Intellectual curiousity-nya terasah
3. Memiliki imaji positif tentang alam dan kehidupan sekitar sebagai proses belajar
4. Wawasan dan perbendaharaan katanya bertambah
5. Saya jadi belajar lagi dan lagi tentang pengetahuan dasar 

Catatan :

Sumber : Materi ke-3 Kuliah Bunda Sayang Institut Ibu Profesional, 2019

Anak usia 0-6 tahun belum memiliki tanggung jawab moral, nalarnya pun belum tumbuh secara optimal, sehingga cara yang tepat untuk meningkatkan kecerdasan spiritualnya (di rentang usia ini) adalah dengan menumbuhkan kecintaan kepada Allah melalui penggambaran-penggambaran yang baik tentang-Nya. Hal-hal yang bersifat syari'at termasuk ibadah wajib memang baik dikenalkan sejak dini, tapi tidak untuk diterapkan secara disiplin. 

Karena untuk membuat anak rajin melakukan rutinitas ibadah dengan penuh kesadaran (nantinya), kita harus membuat mereka paham dulu, apa yang mereka lakukan dan mengapa. Apa alasan di balik rutinitas ibadah itu. Ialah Allah. 

Bukankah siapapun akan lebih ikhlas berserah diri ketika cinta kepada-Nya telah terbit sepenuh hati?


Day #7

Tema : Hujan

Metode : Diskusi ringan, menceritakan kembali kejadian yang pernah dialami. Dibantu dengan ilustrasi yang didapat dari hasil pencarian di google. 

Teknis : Memasuki pertengahan tahun, hujan mulai jarang turun. Apalagi di Jakarta. Agak sulit untuk menjalankan family project ini dengan metode pengamatan langsung. Untuk itulah kami memilih untuk melakukan obrolan ringan, menggali ingatan Singa tentang hujan. Sejauh ini, ngobrol berdua dengan Singa tanpa banyak alat peraga justru menjadi cara yang ampuh untuk mengasah rasa ingin tahunya terhadap banyak hal, juga meningkatkan pengetahuannya tentang hal-hal sekitar.

Pelaksanaan dan Evaluasi :

Waktu pelaksanaan : Senin, 24 Juni 2019 pukul 8 pagi. Sambil sarapan, kami ngobrol. 

Cerita yang melatarbelakangi : Saat mudik ke rumah Embahnya Singa lebaran kemarin, kami sempat mengadakan acara bakar-bakar dan makan bersama di teras rumah Embah. Sesaat setelah ikan dan ayamnya selesai dibakar dan kami semua bersiap menyantapnya dengan nasi hangat plus sambal, hujan turun tanpa aba-aba. Singa langsung panik. "Hujan.. hujan." Teriaknya. Lalu dia berlari masuk rumah sambil berteriak, 

"Mbah, masuk Mbah, masuk! Bita, masuk! Budhe Yaya, masuk! Mbah Ras, masuk! Masuk, masuk! Nanti kena hujan." 

Semua orang yang ada di situ disuruh masuk rumah karena hujan.

Saya, antara ingin tertawa dan bingung melihatnya. Semenakutkan itukah doktrin yang saya berikan ketika hujan datang, sehingga Singa harus bereaksi sedemikian rupa, seolah hujan sangat mengerikan. Hahaha.

---

Pagi ini, saya mengungkit kejadian itu lagi. Menanyakan padanya, mengapa waktu itu dia terlihat panik.

Singa menjawab, "Hujan.. basah." sambil mengerutkan alis.

Oalaaah.. Kamu mengkhawatirkan basah tho, Le?

Saya pun mulai mengajukan beberapa pertanyaan.

πŸ’™ : "Mas Asqi, hujan itu apa si?"
🦁 : "Hujan.. aiy atuh atas." Maksudnya, hujan itu air yang jatuh dari atas.
πŸ’™ : "Pinternya, jatuh dari atas ya. Dari mana?"
🦁 : "Awan."
πŸ’™ : "Awan?" Saya kira dia akan menjawab langit.
🦁 : "Awan awa aiy. " Awan bawa air.
πŸ’™ : "Iya betul, awan bawa air." Memberi jeda sejenak sebelum melanjutkan perkataan. "Jadi air yang ada di bumi itu menguap,  Mas, naik ke atas, dan jadilah awan. Trus awannya bergerak oleh angin, makin lama makin besar, makin berat, akhirnya air-air itu jatuh dan jadi hujan."
🦁 : "Awan hihap." Artinya awan gelap.
πŸ’™ : " Iya, kalau mau hujan biasanya awannya jadi gelap ya? Kalau awannya gelap namanya apa?"
🦁 : "Indung." Mendung.
πŸ’™ : "Pinter."
🦁 : "Indung.. hujan."
πŸ’™ : "Iya, mendung biasanya jadi pertanda mau hujan."

πŸ’™ : "Oh iya, Asqi tau nggak, buat apa sih Allah ngasih kita hujan?"
🦁 : "..."
πŸ’™ : "Biar tanaman dan pohon-pohon pada tumbuh, Mas. Biar ikan di sungai bisa berenang. Biar cuacanya ga panas." Kata saya sambil menatap Singa. "Dan.. hujan itu waktu yang mustajab untuk berdoa. Kalau Asqi berdoa waktu hujan, doanya bisa dikabulkan. Asqi pengen berdoa apa ke Allah?"
🦁 : "Aci mau minta truk."

Masyaa Allaaah.. kami pun tertawa bersama.

ALHAMDULILLAH ~ πŸ’•πŸ’•πŸ’•


‌Rangkaian project hari ini ditutup dengan lagu pengantar tidur:

Satu, satu, Asqi sayang Allah
Dua, dua, sayang Rasulullah
Tiga, tiga, sayang Makhluk Allah
Satu, dua, tiga, sayang semuanya

Mission accomplished ✔️

#Hari7
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBundaSayang


Tantangan 10 Hari Melatih Kecerdasan Anak
Kelas Bunda Sayang #5 IIP Jakarta

Oleh: Ra'ufina


Sumber: pixabay.com

Family Project : Berkenalan dengan Allah melalui Beragam Ciptaan-Nya

Definisi : Mengajak Singa untuk berkenalan dengan Allah melalui beragam ciptaan-Nya seperti tanaman, air, hewan, fenomena alam, dan anggota tubuh. Penggalian informasi secara sederhana tentang peran dan fungsi berbagai hal di sekitar kita, lalu dikaitkan dengan pemberian imaji positif tentang Segala Sifat Baik Allah.

Kecerdasan yang Dilatih : Kecerdasan Spiritual

Durasi : Project dilakukan selama 10 hari dengan objek yang berbeda setiap harinya. One week one project, one day one object.

Tim Pelaksana
Kapten : Ibok
Prajurit : Singa a.k.a Asqi (2y1m)

Goals :
1. Tumbuh rasa cinta kepada Allah dalam diri Singa (dan juga saya tentunya)
2. Intellectual curiousity-nya terasah
3. Memiliki imaji positif tentang alam dan kehidupan sekitar sebagai proses belajar
4. Wawasan dan perbendaharaan katanya bertambah
5. Saya jadi belajar lagi dan lagi tentang pengetahuan dasar 

Catatan :

Sumber : Materi ke-3 Kuliah Bunda Sayang Institut Ibu Profesional, 2019

Anak usia 0-6 tahun belum memiliki tanggung jawab moral, nalarnya pun belum tumbuh secara optimal, sehingga cara yang tepat untuk meningkatkan kecerdasan spiritualnya (di rentang usia ini) adalah dengan menumbuhkan kecintaan kepada Allah melalui penggambaran-penggambaran yang baik tentang-Nya. Hal-hal yang bersifat syari'at termasuk ibadah wajib memang baik dikenalkan sejak dini, tapi tidak untuk diterapkan secara disiplin. 

Karena untuk membuat anak rajin melakukan rutinitas ibadah dengan penuh kesadaran (nantinya), kita harus membuat mereka paham dulu, apa yang mereka lakukan dan mengapa. Apa alasan di balik rutinitas ibadah itu. Ialah Allah

Bukankah siapapun akan lebih ikhlas berserah diri ketika cinta kepada-Nya telah terbit sepenuh hati?

Day #6


Tema : Benda-benda langit yang terlihat setiap hari

Metode : Pengamatan langsung

Teknis : Lagi-lagi, ini hanya soal pengenalan. Saya hanya akan mengajak Singa mengenal nama benda-benda di langit yang biasa dia lihat setiap hari. Dan tujuan mengenalkan ini adalah agar dia tidak merasa asing dengan hal-hal di sekitarnya, sekaligus sebagai pintu gerbang ketertarikannya pada ilmu pengetahuan (dalam hal ini; Sains dan Astronomi), dan tentu saja; pada Sang Pencipta. Saya belum akan mengajak Singa menyelam lebih jauh, mendalami fungsi masing-masing benda langit secara detail, ataupun menjelaskan sistem Tata Surya. Belum. Belum sesuai dengan usia dan kemampuan berpikirnya. Yang saya tekankan di family project ini adalah pengenalan tentang Allah melalui ciptaan-Nya.

Pelaksanaan dan Evaluasi :

Waktu pelaksanaan : Minggu, 23 Juni 2019 pukul 18.45 WIB atau lebih tepatnya menjelang isya'.

Sambil menunggu Ayah pulang kerja, saya dan Singa ngobrol santai di dekat jendela. Ini adalah spot favoritnya untuk melihat hujan dan mengamati langit malam. Sudah beberapa kali sejak kami pindah ke Jakarta, kami duduk berdua memandang langit melalui jendela ini. Singa pun sebetulnya sudah tahu nama-nama benda langit seperti bintang dan bulan lewat obrolan singkat yang sering kami lakukan. Hanya saja kali ini saya ingin mendiskusikannya lebih banyak, dan fokus pada tujuan mengenal Allah.

Baru saja duduk, Singa langsung memekik pelan.

🦁 : "Wow, Ibuk. Ada intang." Maksudnya, ada bintang. (Sambil menunjuk ke atas)
πŸ’™ : "Wah, iya, ada bintang." (Ikut excited) "Ada bulan juga ndak, Mas?"
🦁 : "Ndak ada. Ada intang tok." Artinya, ndak ada, cuma ada bintang.

Kebetulan malam itu memang tidak tampak adanya bulan. Bintang yang terlihat pun hanya satu. Tapi tak mengurangi semangatt Singa untuk belajar.

πŸ’™ : "Bulannya dimana sih, Mas?"
🦁 : "Hihan dimana? Ndak ada." (Mengulangi pertanyaan saya lalu menjawabnya sendiri)
πŸ’™ : "Bulannya belum kelihatan, ya? Mungkin masih berada di sebelah timur, tertutup atap rumahnya Om. Nanti malam baru kelihatan." (Saya berkata sambil menunjuk atap rumah tetangga yang persis di depan kontrakan kami)


Sumber: doc.pribadi
πŸ’™ : "Bintang sama bulan itu ada dimana, sayang?"
🦁 : "Di hangit." Maksudnya, di langit.
πŸ’™ : "Pinter. Di langit. Di atas sana, ya?"
🦁 : (Mengangguk)
πŸ’™ : "Di langit itu ada apa aja?"
🦁 : "Ada intang, hihan.."
πŸ’™ : "Trus?"
🦁 : "Awan."
πŸ’™ : "Kalau yang kelihatan waktu siang?"
🦁 : "Ata..hayi." Artinya matahari.
πŸ’™ : "Pinter."
🦁 : "Atahayi anas."
πŸ’™ : "Matahari panas? Iya, sinar matahari itu panas ya."
🦁 : "Atahayi anas, asuk umah." Matahari panas, masuk rumah.
πŸ’™: "Iya, kalau siang itu sinar mataharinya panas, jadi Asqi masuk rumah dulu aja. Biar ga kepanasan. Mainnya kalau udah sore."


πŸ’™ : "Apa lagi yang ada di langit, Mas Asqi? Yang warna-warni apa namanya?"
🦁 : (Tampak bingung, mungkin lupa."
πŸ’™ : "Merah, kuning, hijau.. di langit yang biru." 🎢🎢🎢
🦁 : "..."
πŸ’™ : "Pelangi, sayang." (Tersenyum). "Asqi lupa, ya?"
🦁 : "Aci upa."
πŸ’™ : "Ndak papa, kan sekarang udah ingat lagi. Namanya apa?"
🦁 : "Hihangi." Pelangi.
πŸ’™ : "Betul. Jadi, tadi ada apa aja di langit? Sebutin satu-satu yuk."

Lalu kami bersama-sama menyebutkan Bintang, Bulan, Matahari, Pelangi, dan Awan.

🦁 : "Awan hihap." Awan gelap, katanya, sambil menunjuk langit.
πŸ’™ : "Iya, awannya gelap karena sudah malam."
🦁 : "Endung." Mendung.
πŸ’™ : "Mendung? Iya, kalau mendung, awannya juga gelap ya, Mas."

Oke, obrolan berikutnya saya skip karena agak melenceng dari tema, dan justru bisa dijadikan tema tersendiri untuk laporan mendatang.


πŸ’™ : "Asqi tahu ndak, Siapa sih yang menciptakan langit, bintang, bulan, matahari, awan, pelangi?"
🦁 : "ALLAAAH."
πŸ’™ : "Masya Allah, pinter sekali anak ibuk. Allah Yang Menciptakan semuanya." (Memeluk Singa). "Allah menciptakan matahari biar pohon-pohon bisa tumbuh, biar cuciannya Asqi bisa kering, biar bumi kita terang. Bilang apa ke Allah, Mas?"
🦁 : "Maacih Allah."
πŸ’™ : "Terima kasih, Allah. Alhamdu..?"
🦁 : "..lillah."

ALHAMDULILLAH ~ πŸ’•πŸ’•πŸ’•

Hal yang Menarik


Seperti biasa, Asqi selalu mengejutkan saya dengan mengetahui lebih banyak dari yang saya kira. Di tengah obrolan, dia sering membelokkan pembahasan dengan sesuatu yang menarik perhatiannya, yang justru membuat saya terpukau betapa menakjubkannya isi pikiran toddler



Alhamdulillah.
‌Rangkaian project hari ini ditutup dengan lagu pengantar tidur:

Satu, satu, Asqi sayang Allah
Dua, dua, sayang Rasulullah
Tiga, tiga, sayang Makhluk Allah

Satu, dua, tiga, sayang semuanya

Mission accomplished ✔️

#Hari6
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBundaSayang

Tantangan 10 Hari Melatih Kecerdasan Anak
Kelas Bunda Sayang #5 IIP Jakarta

Oleh: Ra'ufina

 

Family Project : Berkenalan dengan Allah melalui Beragam Ciptaan-Nya

Definisi : Mengajak Singa untuk berkenalan dengan Allah melalui beragam ciptaan-Nya seperti tanaman, air, hewan, fenomena alam, dan anggota tubuh. Penggalian informasi secara sederhana tentang peran dan fungsi berbagai hal di sekitar kita, lalu dikaitkan dengan pemberian imaji positif tentang Segala Sifat Baik Allah.

Kecerdasan yang Dilatih : Kecerdasan Spiritual

Durasi : Project dilakukan selama 10 hari dengan objek yang berbeda setiap harinya. One week one project, one day one object.

Tim Pelaksana
Kapten : Ibok
Prajurit : Singa a.k.a Asqi (2y1m)

Goals :
1. Tumbuh rasa cinta kepada Allah dalam diri Singa (dan juga saya tentunya)
2. Intellectual curiousity-nya terasah
3. Memiliki imaji positif tentang alam dan kehidupan sekitar sebagai proses belajar
4. Wawasan dan perbendaharaan katanya bertambah
5. Saya jadi belajar lagi dan lagi tentang pengetahuan dasar 

Catatan :

Sumber : Materi ke-3 Kuliah Bunda Sayang Institut Ibu Profesional, 2019

Anak usia 0-6 tahun belum memiliki tanggung jawab moral, nalarnya pun belum tumbuh secara optimal, sehingga cara yang tepat untuk meningkatkan kecerdasan spiritualnya (di rentang usia ini) adalah dengan menumbuhkan kecintaan kepada Allah melalui penggambaran-penggambaran yang baik tentang-Nya. Hal-hal yang bersifat syari'at termasuk ibadah wajib memang baik dikenalkan sejak dini, tapi tidak untuk diterapkan secara disiplin. 

Karena untuk membuat anak rajin melakukan rutinitas ibadah dengan penuh kesadaran (nantinya), kita harus membuat mereka paham dulu, apa yang mereka lakukan dan mengapa. Apa alasan di balik rutinitas ibadah itu. Ialah Allah

Bukankah siapapun akan lebih ikhlas berserah diri ketika cinta kepada-Nya telah terbit sepenuh hati?


Day #5



Tema : Air Sumber Kehidupan

Media : Air

Aktivitas : Menyiram tanaman

Teknis : Ada beberapa hal yang Singa perlu tahu tentang air;
Siapa Yang Menciptakan/Memberikannya?
Apa saja manfaatnya?
Dimana saja kita dapat menemukanny
a?

Pelaksanaan dan Evaluasi :


Waktu pelaksanaan : Jum'at, 21 Juni 2019 pukul 15.30 WIB

Seperti biasa, sejak hari kedua family project "Mengenal Allah melalui beragam ciptaan-Nya" ini berlangsung, Singa dan saya melakukan rutinitas menyiram tanaman setiap sore. Dilanjut main air sambil mandi di teras rumah Mbahnya. Kali ini saya menggunakan kesempatan ini untuk mengenalkannya pada Sang Pemberi air dan manfaatnya.

Sambil dia main air, saya mengajaknya ngobrol.

πŸ’™ : "Asqi, Asqi tahu nggak Siapa Yang menciptakan air?"
🦁 : "Allah."
Masyaa Allah, ternyata "ALLAH" sudah menjadi default jawabannya ketika ditanya soal penciptaan. 😍
πŸ’™ : "Betul. Allah Yang menciptakan air. Yang ngasih air buat kita." (tersenyum) "Tapi air itu buat apa sih, Mas?
🦁 : "Wat minum."
πŸ’™ : "Pinternyaaa. Buat minum ya. Betul sekali. Terus buat apa lagi?"
🦁 : "Mandi."
πŸ’™ : "Pinter. Buat apa lagi?"
🦁 : "Wat apa agi." (Dia mengulangi pertanyaan saya, sepertinya kehabisan jawaban.)
πŸ’™ : "Buat nyu..?"
🦁 : "..ci. Wat nyuci."
πŸ’™ : "Betul. Buat nyuci. Nyuci apa, Mas?"
🦁 : "Nyuci aju. Ibuk nyuci aju amay mandi." Maksudnya Ibuk nyuci baju di kamar mandi.
πŸ’™ : "Iya betul. Nyuci baju, nyuci piring, nyuci motor. Trus buat apa lagi ya?"
🦁 : "..."
πŸ’™ : "Buat nyiram..?"
🦁 : "Taman." Maksudnya tanaman.
πŸ’™ : "Bagus. Buat nyiram tanaman. Biar tanamannya tumbuh ya. Trus buat apa lagi kira-kira?"
🦁 : "..."
πŸ’™ : "Buat masak, buat bikin es teh, buat ngepel. Banyak sekali ya, Mas, manfaat air."
🦁 : "Anyak." Maksudnya banyak.

πŸ’™ : "Air itu ada dimana, Mas Asqi?"
🦁 : "Aut." Ini jawaban tak terduga. Saya tidak menyangka Singa akan menjawab laut. Saya kira dia akan menjawab kamar mandi, atau kulkas, tempat-tempat yang biasa dia lihat di rumah. Tapi ternyata dia justru menjawab laut. Masyaa Allah.
πŸ’™ : "Waaah kok Asqi tahu kalau di laut ada air?" (Pertanyaan spontan tanda takjub)
🦁 : "Ada ikan uga."
πŸ’™ : "Iya, ada ikan juga ya di laut. Karena ikan hidupnya di dalam air."

Obrolan kemudian berlanjut pada kenangan ketika kami jalan-jalan ke rumah teman dan di sana ada aquarium yang berisi banyak ikan.

Lalu ditutup dengan sama-sama mengucapkan hamdalah, berterima kasih pada Allah Yang telah memberikan nikmat air bersih kepada kami.




Hal yang menarik : Lagi-lagi, saya dibuat takjub oleh kuatnya ingatan Singa atas hal-hal kecil meskipun baru sekali-dua kali dia mendengar atau melihatnya. Menyadarkan saya untuk lebih berhati-hati dalam bersikap dan bertutur kata, sebab apapun yang saya lakukan dan katakan, dia akan merekamnya dalam otak, dan bisa jadi.. me-repeat-nya. 

Naudzubillah~



Mission accomplished ✔️

#Hari5
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBundaSayang