TUMBUHAN; HIDUP DAN TUMBUH, MESKI TAK BERGERAK

Juni 18, 2019, by ranafiu

Tantangan 10 Hari Melatih Kecerdasan Anak
Kelas Bunda Sayang #5 IIP Jakarta

Oleh: Ra'ufina




Family Project : Berkenalan dengan Allah melalui Beragam Ciptaan-Nya

Definisi : Mengajak Singa untuk berkenalan dengan Allah melalui beragam ciptaan-Nya seperti tanaman, air, hewan, fenomena alam, dan anggota tubuh. Penggalian informasi secara sederhana tentang peran dan fungsi berbagai hal di sekitar kita, lalu dikaitkan dengan pemberian imaji positif tentang Segala Sifat Baik Allah.

Kecerdasan yang Dilatih : Kecerdasan Spiritual

Durasi : Project dilakukan selama 10 hari dengan objek yang berbeda setiap harinya. One week one project, one day one object.

Tim Pelaksana
Kapten : Ibok
Prajurit : Singa a.k.a Asqi (2y1m)

Goals :
1. Tumbuh rasa cinta kepada Allah dalam diri Singa (dan juga saya tentunya)
2. Intellectual curiousity-nya terasah
3. Memiliki imaji positif tentang alam dan kehidupan sekitar sebagai proses belajar
4. Wawasan dan perbendaharaan katanya bertambah
5. Saya jadi belajar lagi dan lagi tentang pengetahuan dasar

Catatan :

Sumber : Materi ke-3 Kuliah Bunda Sayang Institut Ibu Profesional, 2019

Anak usia 0-6 tahun belum memiliki tanggung jawab moral, nalarnya pun belum tumbuh secara optimal, sehingga cara yang tepat untuk meningkatkan kecerdasan spiritualnya (di rentang usia ini) adalah dengan menumbuhkan kecintaan kepada Allah melalui penggambaran-penggambaran yang baik tentang-Nya. Hal-hal yang bersifat syari'at termasuk ibadah wajib memang baik dikenalkan sejak dini, tapi tidak untuk diterapkan secara disiplin.

Karena untuk membuat anak rajin melakukan rutinitas ibadah dengan penuh kesadaran (nantinya), kita harus membuat mereka paham dulu, apa yang mereka lakukan dan mengapa. Apa alasan di balik rutinitas ibadah itu. Ialah Allah.

Bukankah siapapun akan lebih ikhlas berserah diri ketika cinta kepada-Nya telah terbit sepenuh hati?


Day #2

Tema : Tumbuh-tumbuhan; hidup dan tumbuh meski tak bergerak

Media : Tanaman-tanaman milik Anti (eyang putri)

Aktivitas : Menyiram tanaman di pagi hari

Teknis
Mengajak Singa ikut menyiram tanaman sembari main air. Mengenalkannya pada beberapa jenis tanaman dengan warna yang berbeda untuk sekaligus menguatkan memori konkret Singa terkait warna.

Menjelaskan pada Singa tentang konsep makhluk hidup dan benda mati secara sederhana. Bahwa tanaman, meskipun tidak bisa berjalan dan berbicara, tetaplah makhluk (yang) hidup. Tetap butuh "makan" agar bisa tumbuh sehat. Dan makanan mereka adalah air, sinar matahari, dan pupuk jika perlu.

Menumbuhkan rasa cintanya pada alam dengan menanamkan prinsip bahwa sesama makhluk hidup harus saling menyayangi. Merusak atau menyakiti tanaman bukanlah tindakan yang baik.
Dengan mengenalkan prinsip tersebut, saya berharap Singa belajar tentang menghargai. Memang benar, manusia adalah makhluk yang paling tinggi derajatnya sebab dikaruniai akal (dan tugas penciptaan sebagai khalifah atau pemimpin di bumi). Tapi bukan berarti dia bebas memperlakukan makhluk lain di bawahnya dengan semena-mena. Karena kita ditugaskan untuk saling mengasihi, dan pada dasarnya semua makhluk ciptaan Allah adalah satu lingkaran yang saling membutuhkan. Manusia membutuhkan tumbuha untuk udara segar, keteduhan, dan (beberapa) untuk dimakan. Tumbuhan membutuhkan manusia untuk melestarikannya dan menjaga (termasuk menjaga kualitas air sungai yang menghidupinya).

Pelaksanaan dan Evaluasi
Waktu Pelaksanaan : Hari Selasa, 18 Juni 2019. Pukul 08.00 WIB.
Singa bangun menjelang pukul 7 pagi. Setelah mandi, dilanjutkan dengan menikmati segelas teh hangat dan sarapan bersama, saya mengajaknya menyirami tanaman di halaman rumah Anti. Kebetulan saat tantangan hari kedua berlangsung, kami belum kembali ke Jakarta.

Menyirami tanaman. Sumber: doc. pribadi

Kami memulai project hari ini dengan menyiapkan selang air bersama-sama. Singa membantu saya menarik selang, lalu keran pun dibuka. Air mengalir dari ujung selang. Singa tampak sangat bahagia dan menikmati kegiatan ini. 💛

Sebenarnya ini bukan kali pertama kami melakukan aktivitas menyiram tanaman bersama. Di Jakarta, hampir setiap hari saya selalu melibatkan Singa dalam merawat tanaman-tanaman yang kami punya. Saya juga sering menyelipkan pesan-pesan singkat seperti, "Kita perlu menyiram tanaman agar tanamannya tidak layu atau bahkan mati." Hanya saja saya tidak secara spesifik mengaitkannya dengan Kebesaran Allah. Sungguh, materi Bunsay ini membuka tabir nyata bahwa banyak hal terlewat jika kita tidak belajar.

Sembari mengalirkan air dari satu pot ke pot yang lain, saya mengajak Singa berdialog santai. Dan saya dibuat takjub karena ternyata Singa mengingat dengan baik apa yang pernah saya katakan padanya saat melakukan aktivitas yang sama di Jakarta. 

💙 : "Kenapa sih, Mas, kita perlu menyiram tanaman?"
🦁 : "Biay maman ndak ati." (Biar tanamannya ndak mati)

Obrolan berlanjut dengan penjelasan pelan-pelan bahwa--sama seperti manusia dan hewan--tanaman juga merupakan makhluk hidup, yang butuh makan untuk bisa terus tumbuh. Bedanya, tanaman tidak bergerak; tidak bisa berjalan layaknya Singa dan Ibok, tidak bisa berlari layaknya kuda, tidak bisa terbang layaknya burung, tidak bisa berenang layaknya ikan, dan tidak pula bisa merayap seperti cicak. Karena tanaman, tumbuhan, pohon-pohon yang besar itu hidup dari akar yang menancap ke dalam tanah. 

 Lalu, saya mulai masuk ke tahap pengenalan kepada Allah.
💙 : "Siapa yang menciptakan tanaman dan pohon-pohon, Mas Asqi?"
🦁 : "Allah." (Menjawab dengan mantap)
💙 : "Masyaa Allah, Asqi sudah tahu ya kalau Allah itu Yang menciptakan semuanya." (Pujian efektif) "Kira-kira buat apa ya Allah menciptakan tanaman dan pohon-pohon ini, Mas?"
🦁 : (Tentu diam, karena belum tahu jawabannya)


Allah menciptakan tumbuh-tumbuhan, salah satunya adalah untuk menjaga keseimbangan alam. Juga untuk keberlangsungan hidup kita, Mas. Hidup manusia. Biar manusia ga kepanasan, biar udara tetap segar, biar manusia bisa bikin rumah, dan manusia juga hewan-hewan bisa makan. Allah baik banget, ya, Mas.

Singa menyimak penjelasan saya sambil mem-beo alias menirukan hampir semua yang saya ucapkan terutama kata-kata di ujung kalimat. Setelah selesai menyiram semua tanaman milik Anti, saya pun mengajaknya duduk teduh di atas bebatuan dekat teras rumah. Dia duduk dengan senang. Lalu tiba-tiba dia reflek menarik daun di belakangnya.

Menarik ujung daun. Sumber: doc. pribadi

💙 : "Eh, Mas Asqi lupa ya? Kan kita harus merawat tanaman. Ga boleh metik sembarangan."
🦁 : (Nyengir) "Aci upa."Artinya Asqi lupa.
💙 : (Ikutan tersenyum) "Yaudah gapapa. Sekarang minta maaf ke tanamannya, yuk!"



Hal yang Menarik :
Entah karena tertarik pada konsep makhluk hidup tak bergerak bernama tumbuhan ini atau hanya karema ketagihan main air, sore harinya Singa minta menyiram tanaman lagi. "Iram aman," katanya. Dan banyak hal yang kami lakukan tadi pagi, terulang di sore hari. Termasuk obrolannya. Alhamdulillah, itu artinya Singa menikmati project hari ini. Insyaa Allah besok dan seterusnya kami akan merutinkan aktivitas menyiram tanaman bersama di pagi/sore hari. Doakan Ibok biar bisa punya banyak tanaman bagus ya, Le. Biar kamu bisa terus belajar untuk menyayangi tumbuh-tumbuhan, sekaligus belajar tentang kesabaran merawat tanaman.

Sekian laporan project hari ini.

‌Lagi, rangkaian project hari ini ditutup dengan lagu pengantar tidur:

Satu, satu, Asqi sayang Allah
Dua, dua, sayang Rasulullah
Tiga, tiga, sayang Makhluk Allah
Satu, dua, tiga, sayang semuanya

Alhamdulillah.

Mission accomplished ✔️

#Hari2
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam

#KuliahBundaSayang

1 comments

  1. numpang promote ya min ^^
    Bosan tidak tahu mau mengerjakan apa pada saat santai, ayo segera uji keberuntungan kalian
    hanya di D*E*W*A*P*K
    dengan hanya minimal deposit 10.000 kalian bisa memenangkan uang jutaan rupiah
    dapatkan juga bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% :)

    BalasHapus

Hi,

Thank you for visiting my blog. Hope you enjoy reading it. I'm so glad if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism to me to be able to write better.

Search on My Blog