MENGAJAK TODDLER MENGAMATI BENDA LANGIT

Tantangan 10 Hari Melatih Kecerdasan Anak
Kelas Bunda Sayang #5 IIP Jakarta

Oleh: Ra'ufina


Sumber: pixabay.com

Family Project : Berkenalan dengan Allah melalui Beragam Ciptaan-Nya

Definisi : Mengajak Singa untuk berkenalan dengan Allah melalui beragam ciptaan-Nya seperti tanaman, air, hewan, fenomena alam, dan anggota tubuh. Penggalian informasi secara sederhana tentang peran dan fungsi berbagai hal di sekitar kita, lalu dikaitkan dengan pemberian imaji positif tentang Segala Sifat Baik Allah.

Kecerdasan yang Dilatih : Kecerdasan Spiritual

Durasi : Project dilakukan selama 10 hari dengan objek yang berbeda setiap harinya. One week one project, one day one object.

Tim Pelaksana
Kapten : Ibok
Prajurit : Singa a.k.a Asqi (2y1m)

Goals :
1. Tumbuh rasa cinta kepada Allah dalam diri Singa (dan juga saya tentunya)
2. Intellectual curiousity-nya terasah
3. Memiliki imaji positif tentang alam dan kehidupan sekitar sebagai proses belajar
4. Wawasan dan perbendaharaan katanya bertambah
5. Saya jadi belajar lagi dan lagi tentang pengetahuan dasar 

Catatan :

Sumber : Materi ke-3 Kuliah Bunda Sayang Institut Ibu Profesional, 2019

Anak usia 0-6 tahun belum memiliki tanggung jawab moral, nalarnya pun belum tumbuh secara optimal, sehingga cara yang tepat untuk meningkatkan kecerdasan spiritualnya (di rentang usia ini) adalah dengan menumbuhkan kecintaan kepada Allah melalui penggambaran-penggambaran yang baik tentang-Nya. Hal-hal yang bersifat syari'at termasuk ibadah wajib memang baik dikenalkan sejak dini, tapi tidak untuk diterapkan secara disiplin. 

Karena untuk membuat anak rajin melakukan rutinitas ibadah dengan penuh kesadaran (nantinya), kita harus membuat mereka paham dulu, apa yang mereka lakukan dan mengapa. Apa alasan di balik rutinitas ibadah itu. Ialah Allah

Bukankah siapapun akan lebih ikhlas berserah diri ketika cinta kepada-Nya telah terbit sepenuh hati?

Day #6


Tema : Benda-benda langit yang terlihat setiap hari

Metode : Pengamatan langsung

Teknis : Lagi-lagi, ini hanya soal pengenalan. Saya hanya akan mengajak Singa mengenal nama benda-benda di langit yang biasa dia lihat setiap hari. Dan tujuan mengenalkan ini adalah agar dia tidak merasa asing dengan hal-hal di sekitarnya, sekaligus sebagai pintu gerbang ketertarikannya pada ilmu pengetahuan (dalam hal ini; Sains dan Astronomi), dan tentu saja; pada Sang Pencipta. Saya belum akan mengajak Singa menyelam lebih jauh, mendalami fungsi masing-masing benda langit secara detail, ataupun menjelaskan sistem Tata Surya. Belum. Belum sesuai dengan usia dan kemampuan berpikirnya. Yang saya tekankan di family project ini adalah pengenalan tentang Allah melalui ciptaan-Nya.

Pelaksanaan dan Evaluasi :

Waktu pelaksanaan : Minggu, 23 Juni 2019 pukul 18.45 WIB atau lebih tepatnya menjelang isya'.

Sambil menunggu Ayah pulang kerja, saya dan Singa ngobrol santai di dekat jendela. Ini adalah spot favoritnya untuk melihat hujan dan mengamati langit malam. Sudah beberapa kali sejak kami pindah ke Jakarta, kami duduk berdua memandang langit melalui jendela ini. Singa pun sebetulnya sudah tahu nama-nama benda langit seperti bintang dan bulan lewat obrolan singkat yang sering kami lakukan. Hanya saja kali ini saya ingin mendiskusikannya lebih banyak, dan fokus pada tujuan mengenal Allah.

Baru saja duduk, Singa langsung memekik pelan.

🦁 : "Wow, Ibuk. Ada intang." Maksudnya, ada bintang. (Sambil menunjuk ke atas)
πŸ’™ : "Wah, iya, ada bintang." (Ikut excited) "Ada bulan juga ndak, Mas?"
🦁 : "Ndak ada. Ada intang tok." Artinya, ndak ada, cuma ada bintang.

Kebetulan malam itu memang tidak tampak adanya bulan. Bintang yang terlihat pun hanya satu. Tapi tak mengurangi semangatt Singa untuk belajar.

πŸ’™ : "Bulannya dimana sih, Mas?"
🦁 : "Hihan dimana? Ndak ada." (Mengulangi pertanyaan saya lalu menjawabnya sendiri)
πŸ’™ : "Bulannya belum kelihatan, ya? Mungkin masih berada di sebelah timur, tertutup atap rumahnya Om. Nanti malam baru kelihatan." (Saya berkata sambil menunjuk atap rumah tetangga yang persis di depan kontrakan kami)


Sumber: doc.pribadi
πŸ’™ : "Bintang sama bulan itu ada dimana, sayang?"
🦁 : "Di hangit." Maksudnya, di langit.
πŸ’™ : "Pinter. Di langit. Di atas sana, ya?"
🦁 : (Mengangguk)
πŸ’™ : "Di langit itu ada apa aja?"
🦁 : "Ada intang, hihan.."
πŸ’™ : "Trus?"
🦁 : "Awan."
πŸ’™ : "Kalau yang kelihatan waktu siang?"
🦁 : "Ata..hayi." Artinya matahari.
πŸ’™ : "Pinter."
🦁 : "Atahayi anas."
πŸ’™ : "Matahari panas? Iya, sinar matahari itu panas ya."
🦁 : "Atahayi anas, asuk umah." Matahari panas, masuk rumah.
πŸ’™: "Iya, kalau siang itu sinar mataharinya panas, jadi Asqi masuk rumah dulu aja. Biar ga kepanasan. Mainnya kalau udah sore."


πŸ’™ : "Apa lagi yang ada di langit, Mas Asqi? Yang warna-warni apa namanya?"
🦁 : (Tampak bingung, mungkin lupa."
πŸ’™ : "Merah, kuning, hijau.. di langit yang biru." 🎢🎢🎢
🦁 : "..."
πŸ’™ : "Pelangi, sayang." (Tersenyum). "Asqi lupa, ya?"
🦁 : "Aci upa."
πŸ’™ : "Ndak papa, kan sekarang udah ingat lagi. Namanya apa?"
🦁 : "Hihangi." Pelangi.
πŸ’™ : "Betul. Jadi, tadi ada apa aja di langit? Sebutin satu-satu yuk."

Lalu kami bersama-sama menyebutkan Bintang, Bulan, Matahari, Pelangi, dan Awan.

🦁 : "Awan hihap." Awan gelap, katanya, sambil menunjuk langit.
πŸ’™ : "Iya, awannya gelap karena sudah malam."
🦁 : "Endung." Mendung.
πŸ’™ : "Mendung? Iya, kalau mendung, awannya juga gelap ya, Mas."

Oke, obrolan berikutnya saya skip karena agak melenceng dari tema, dan justru bisa dijadikan tema tersendiri untuk laporan mendatang.


πŸ’™ : "Asqi tahu ndak, Siapa sih yang menciptakan langit, bintang, bulan, matahari, awan, pelangi?"
🦁 : "ALLAAAH."
πŸ’™ : "Masya Allah, pinter sekali anak ibuk. Allah Yang Menciptakan semuanya." (Memeluk Singa). "Allah menciptakan matahari biar pohon-pohon bisa tumbuh, biar cuciannya Asqi bisa kering, biar bumi kita terang. Bilang apa ke Allah, Mas?"
🦁 : "Maacih Allah."
πŸ’™ : "Terima kasih, Allah. Alhamdu..?"
🦁 : "..lillah."

ALHAMDULILLAH ~ πŸ’•πŸ’•πŸ’•

Hal yang Menarik


Seperti biasa, Asqi selalu mengejutkan saya dengan mengetahui lebih banyak dari yang saya kira. Di tengah obrolan, dia sering membelokkan pembahasan dengan sesuatu yang menarik perhatiannya, yang justru membuat saya terpukau betapa menakjubkannya isi pikiran toddler



Alhamdulillah.
‌Rangkaian project hari ini ditutup dengan lagu pengantar tidur:

Satu, satu, Asqi sayang Allah
Dua, dua, sayang Rasulullah
Tiga, tiga, sayang Makhluk Allah

Satu, dua, tiga, sayang semuanya

Mission accomplished ✔️

#Hari6
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBundaSayang

1 komentar:

  1. numpang promote ya min ^^
    Bosan tidak tahu mau mengerjakan apa pada saat santai, ayo segera uji keberuntungan kalian
    hanya di D*E*W*A*P*K
    dengan hanya minimal deposit 10.000 kalian bisa memenangkan uang jutaan rupiah
    dapatkan juga bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% :)

    BalasHapus