HUJAN, BERKAH DARI ALLAH

Juni 26, 2019, by ranafiu

Tantangan 10 Hari Melatih Kecerdasan Anak
Kelas Bunda Sayang #5 IIP Jakarta

Oleh: Ra'ufina

Sumber: https://www.republika.co.id/

Family Project : Berkenalan dengan Allah melalui Beragam Ciptaan-Nya

Definisi : Mengajak Singa untuk berkenalan dengan Allah melalui beragam ciptaan-Nya seperti tanaman, air, hewan, fenomena alam, dan anggota tubuh. Penggalian informasi secara sederhana tentang peran dan fungsi berbagai hal di sekitar kita, lalu dikaitkan dengan pemberian imaji positif tentang Segala Sifat Baik Allah.

Kecerdasan yang Dilatih : Kecerdasan Spiritual

Durasi : Project dilakukan selama 10 hari dengan objek yang berbeda setiap harinya. One week one project, one day one object.

Tim Pelaksana
Kapten : Ibok
Prajurit : Singa a.k.a Asqi (2y1m)

Goals :
1. Tumbuh rasa cinta kepada Allah dalam diri Singa (dan juga saya tentunya)
2. Intellectual curiousity-nya terasah
3. Memiliki imaji positif tentang alam dan kehidupan sekitar sebagai proses belajar
4. Wawasan dan perbendaharaan katanya bertambah
5. Saya jadi belajar lagi dan lagi tentang pengetahuan dasar 

Catatan :

Sumber : Materi ke-3 Kuliah Bunda Sayang Institut Ibu Profesional, 2019

Anak usia 0-6 tahun belum memiliki tanggung jawab moral, nalarnya pun belum tumbuh secara optimal, sehingga cara yang tepat untuk meningkatkan kecerdasan spiritualnya (di rentang usia ini) adalah dengan menumbuhkan kecintaan kepada Allah melalui penggambaran-penggambaran yang baik tentang-Nya. Hal-hal yang bersifat syari'at termasuk ibadah wajib memang baik dikenalkan sejak dini, tapi tidak untuk diterapkan secara disiplin. 

Karena untuk membuat anak rajin melakukan rutinitas ibadah dengan penuh kesadaran (nantinya), kita harus membuat mereka paham dulu, apa yang mereka lakukan dan mengapa. Apa alasan di balik rutinitas ibadah itu. Ialah Allah. 

Bukankah siapapun akan lebih ikhlas berserah diri ketika cinta kepada-Nya telah terbit sepenuh hati?


Day #7

Tema : Hujan

Metode : Diskusi ringan, menceritakan kembali kejadian yang pernah dialami. Dibantu dengan ilustrasi yang didapat dari hasil pencarian di google. 

Teknis : Memasuki pertengahan tahun, hujan mulai jarang turun. Apalagi di Jakarta. Agak sulit untuk menjalankan family project ini dengan metode pengamatan langsung. Untuk itulah kami memilih untuk melakukan obrolan ringan, menggali ingatan Singa tentang hujan. Sejauh ini, ngobrol berdua dengan Singa tanpa banyak alat peraga justru menjadi cara yang ampuh untuk mengasah rasa ingin tahunya terhadap banyak hal, juga meningkatkan pengetahuannya tentang hal-hal sekitar.

Pelaksanaan dan Evaluasi :

Waktu pelaksanaan : Senin, 24 Juni 2019 pukul 8 pagi. Sambil sarapan, kami ngobrol. 

Cerita yang melatarbelakangi : Saat mudik ke rumah Embahnya Singa lebaran kemarin, kami sempat mengadakan acara bakar-bakar dan makan bersama di teras rumah Embah. Sesaat setelah ikan dan ayamnya selesai dibakar dan kami semua bersiap menyantapnya dengan nasi hangat plus sambal, hujan turun tanpa aba-aba. Singa langsung panik. "Hujan.. hujan." Teriaknya. Lalu dia berlari masuk rumah sambil berteriak, 

"Mbah, masuk Mbah, masuk! Bita, masuk! Budhe Yaya, masuk! Mbah Ras, masuk! Masuk, masuk! Nanti kena hujan." 

Semua orang yang ada di situ disuruh masuk rumah karena hujan.

Saya, antara ingin tertawa dan bingung melihatnya. Semenakutkan itukah doktrin yang saya berikan ketika hujan datang, sehingga Singa harus bereaksi sedemikian rupa, seolah hujan sangat mengerikan. Hahaha.

---

Pagi ini, saya mengungkit kejadian itu lagi. Menanyakan padanya, mengapa waktu itu dia terlihat panik.

Singa menjawab, "Hujan.. basah." sambil mengerutkan alis.

Oalaaah.. Kamu mengkhawatirkan basah tho, Le?

Saya pun mulai mengajukan beberapa pertanyaan.

💙 : "Mas Asqi, hujan itu apa si?"
🦁 : "Hujan.. aiy atuh atas." Maksudnya, hujan itu air yang jatuh dari atas.
💙 : "Pinternya, jatuh dari atas ya. Dari mana?"
🦁 : "Awan."
💙 : "Awan?" Saya kira dia akan menjawab langit.
🦁 : "Awan awa aiy. " Awan bawa air.
💙 : "Iya betul, awan bawa air." Memberi jeda sejenak sebelum melanjutkan perkataan. "Jadi air yang ada di bumi itu menguap,  Mas, naik ke atas, dan jadilah awan. Trus awannya bergerak oleh angin, makin lama makin besar, makin berat, akhirnya air-air itu jatuh dan jadi hujan."
🦁 : "Awan hihap." Artinya awan gelap.
💙 : " Iya, kalau mau hujan biasanya awannya jadi gelap ya? Kalau awannya gelap namanya apa?"
🦁 : "Indung." Mendung.
💙 : "Pinter."
🦁 : "Indung.. hujan."
💙 : "Iya, mendung biasanya jadi pertanda mau hujan."

💙 : "Oh iya, Asqi tau nggak, buat apa sih Allah ngasih kita hujan?"
🦁 : "..."
💙 : "Biar tanaman dan pohon-pohon pada tumbuh, Mas. Biar ikan di sungai bisa berenang. Biar cuacanya ga panas." Kata saya sambil menatap Singa. "Dan.. hujan itu waktu yang mustajab untuk berdoa. Kalau Asqi berdoa waktu hujan, doanya bisa dikabulkan. Asqi pengen berdoa apa ke Allah?"
🦁 : "Aci mau minta truk."

Masyaa Allaaah.. kami pun tertawa bersama.

ALHAMDULILLAH ~ 💕💕💕


‌Rangkaian project hari ini ditutup dengan lagu pengantar tidur:

Satu, satu, Asqi sayang Allah
Dua, dua, sayang Rasulullah
Tiga, tiga, sayang Makhluk Allah
Satu, dua, tiga, sayang semuanya

Mission accomplished ✔️

#Hari7
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBundaSayang


1 comments

  1. numpang promote ya min ^^
    Bosan tidak tahu mau mengerjakan apa pada saat santai, ayo segera uji keberuntungan kalian
    hanya di D*E*W*A*P*K
    dengan hanya minimal deposit 10.000 kalian bisa memenangkan uang jutaan rupiah
    dapatkan juga bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% :)

    BalasHapus

Hi,

Thank you for visiting my blog. Hope you enjoy reading it. I'm so glad if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism to me to be able to write better.

Search on My Blog