RANTAI MAKANAN: INDIKATOR KESEIMBANGAN ALAM

Juni 23, 2019, by ranafiu

Tantangan 10 Hari Melatih Kecerdasan Anak
Kelas Bunda Sayang #5 IIP Jakarta

Oleh: Ra'ufina

Sumber: https://www.nesabamedia.com/pengertian-rantai-makanan/

Family Project : Berkenalan dengan Allah melalui Beragam Ciptaan-Nya

Definisi : Mengajak Singa untuk berkenalan dengan Allah melalui beragam ciptaan-Nya seperti tanaman, air, hewan, fenomena alam, dan anggota tubuh. Penggalian informasi secara sederhana tentang peran dan fungsi berbagai hal di sekitar kita, lalu dikaitkan dengan pemberian imaji positif tentang Segala Sifat Baik Allah.

Kecerdasan yang Dilatih : Kecerdasan Spiritual

Durasi : Project dilakukan selama 10 hari dengan objek yang berbeda setiap harinya. One week one project, one day one object.

Tim Pelaksana
Kapten : Ibok
Prajurit : Singa a.k.a Asqi (2y1m)

Goals :
1. Tumbuh rasa cinta kepada Allah dalam diri Singa (dan juga saya tentunya)
2. Intellectual curiousity-nya terasah
3. Memiliki imaji positif tentang alam dan kehidupan sekitar sebagai proses belajar
4. Wawasan dan perbendaharaan katanya bertambah
5. Saya jadi belajar lagi dan lagi tentang pengetahuan dasar 

Catatan :

Sumber : Materi ke-3 Kuliah Bunda Sayang Institut Ibu Profesional, 2019

Anak usia 0-6 tahun belum memiliki tanggung jawab moral, nalarnya pun belum tumbuh secara optimal, sehingga cara yang tepat untuk meningkatkan kecerdasan spiritualnya (di rentang usia ini) adalah dengan menumbuhkan kecintaan kepada Allah melalui penggambaran-penggambaran yang baik tentang-Nya. Hal-hal yang bersifat syari'at termasuk ibadah wajib memang baik dikenalkan sejak dini, tapi tidak untuk diterapkan secara disiplin. 

Karena untuk membuat anak rajin melakukan rutinitas ibadah dengan penuh kesadaran (nantinya), kita harus membuat mereka paham dulu, apa yang mereka lakukan dan mengapa. Apa alasan di balik rutinitas ibadah itu. Ialah Allah

Bukankah siapapun akan lebih ikhlas berserah diri ketika cinta kepada-Nya telah terbit sepenuh hati?

Day #4

Tema : Mengenal konsep rantai makanan

Media : Video lagu anak "Di Maem" Suzan dan Kak Ria Enes, printable rantai makanan (pada laporan kali ini, printable belum digunakan)

Metode : Storytelling

Latar Belakang

Dulu, menginjak SMP, saya pernah bertanya-tanya mengapa ada sebuah peristiwa alam bernama rantai makanan, mengapa hewan-hewan itu saling memangsa dan dimangsa. Mengapa yang lebih besar dan kuat selalu menang, selalu menjadi pemangsa. Kan kasihan yang kecil, pikir saya waktu itu. Tapi sepertinya otak abege saya belum sampai untuk mencari makna di balik semua hal yang saya pertanyakan. Sehingga saya mencukupkan diri pada sebuah jawaban bahwa "Ini sudah kodratnya."

Belakangan, saya kembali tertarik dengan konsep rantai makanan ini ketika menyanyikan lagu cicak-cicak di dinding untuk baby Singa. Saya teringat pada satu rantai makanan dimana ada Nyamuk-Cicak-Ayam-Manusia di sana.

Nyamuk dimakan oleh cicak, cicak dimakan oleh ayam, ayam dimakan oleh manusia, dan darah manusia dihisap oleh nyamuk sebagai makanannya. 

Saya mencari beberapa referensi bacaan mengenai konsep rantai makanan dan sampai pada suatu titik simpul bahwa rantai makanan merupakan salah satu indikator keseimbangan alam. 

Contoh konkretnya begini; Misalnya Anda adalah pemburu kodok, dan Anda berhasil mengambil atau membasmi kodok yang ada di sekitar kita. Maka jangan heran jika kualitas beras akan menurun di daerah yang Anda basmi kodoknya. Pasalnya dalam rantai makanan, padi adalah makanan belalang, belalang adalah makanan kodok, kodok adalah makanan ular, dan ular adalah makanan elang. Jika kodok hilang, populas belalang akan naik dan kuantitas bahkan kualitas padi akan menurun. [*sumber: liputan6.com]

Rantai makanan ini menjadi pengingat untuk kita agar hati-hati dalam bertindak, agar tidak merusak rantai makanan di sekitar kita yang bisa menyebabkan goyahnya keseimbangan alam.

Saya ingin mengenalkan konsep ini pada Singa sedini mungkin, agar dia tahu bahwa setiap hal yang terjadi di dunia ini, selain terjadi atas Kehendak Allah, juga memiliki tujuannya masing-masing.

Sumber: https://www.nesabamedia.com/pengertian-rantai-makanan/


Pelaksanaan dan Evaluasi :

Waktu pelaksanaan : Kamis, 20 Juni 2019 pukul 10 pagi

Sambil menonton videonya Suzan & Kak Ria Enes di youtube, saya menjelaskan pada Singa secara sederhana bahwa hewan-hewan itu saling memangsa bukan karena mereka jahat, tapi memang begitulah cara mereka mencari makan. Dan Allah lah yang mendesainnya sedemikian rupa. Dalam artian, cacing diciptakan oleh Allah salah satunya ya untuk jadi makanannya ayam. Ayam pun bisa dimakan oleh banyak hewan lainnya yang lebih kuat, seperti elang dan ular. Itu semua adalah proses perpindahan energi.

Singa tampak menikmati video yang saya putar di youtube itu. Tidak ada satu pertanyaan pun yang terlontar dari mulutnya. Dia hanya sesekali mengulangi sepotong kalimat yang saya ucapkan padanya. Selebihnya, dia menonton. Tidak apa-apa. Memang belum waktunya bagi Singa untuk mengkritisi suatu perkara, toh ini hanya pengenalan saja. Berharap dia akan mengerti seiring berjalannya waktu.



Hal yang menarik :

Sejak menonton video itu plus mendengar penjelasan saya mengenai konsep rantai makanan, setiap kali dia melihat seekor atau beberapa ekor ayam sedang sobo di pasar, dia akan bilang, "Ayam maem cacing."

Alhamdulillah. Dia mengingat beberapa hal penting dari project hari ini.

Mission accomplished ✔️

#Hari4
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBundaSayang

1 comments

  1. numpang promote ya min ^^
    Bosan tidak tahu mau mengerjakan apa pada saat santai, ayo segera uji keberuntungan kalian
    hanya di D*E*W*A*P*K
    dengan hanya minimal deposit 10.000 kalian bisa memenangkan uang jutaan rupiah
    dapatkan juga bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% :)

    BalasHapus

Hi,

Thank you for visiting my blog. Hope you enjoy reading it. I'm so glad if you leave comments, feedback, suggestions, or criticism to me to be able to write better.

Search on My Blog